Para Pemimpin Dunia Lolos dari Percobaan Pembunuhan, Karena Jimat?

Nyedulur
  • 4 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: History.co.uk

Serigala tidak pernah mau meninggalkan koloninya. Itulah gambaran tugas seorang pemimpin. Seorang leader yang memiliki pengaruh dan kekuasaan di kelompoknya. Tegas dan berwibawa.

Selain itu, tugas pemimpin untuk melindungi ancaman. Sikap ini kerap mendapat pujian dari orang-orang yang dipimpinnya. Begitu juga pemimpin negeri.

Namun, tidak sedikit pemimpin yang menjadi korban pembunuhan, pada saat memegang kekuasaan. Sebut saja John F. Kennedy (Amerika Serikat), Anwar Sadat (Mesir), Indira Gandhi (India), hingga Muammar Khadafi (Libya).

Siapa sangka, ada sejumlah pemimpin politik yang lolos dari percobaan pembunuhan. Lantas siapakah mereka?

Melansir IDN Times, Presiden Venezuela, Nicolas Maduro selamat dari serangan pesawat tanpa awak (drone). Serangan muncul saat dia berpidato pada perayaan hari ulang tahun Garda Nasional Bolivarian ke-81 pada 4 Agustus 2018. Drone meledak dan menyebabkan tujuh petugas terluka.

Setelah terjadi ledakan pertama, para pengawal segera melindungi Maduro dengan perisai balistik dan menggiring keluar dari lokasi perayaan. Maduro menuding pemerintah Kolombia adalah dalang di balik upaya pembunuhan tersebut.

Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip melakukan kunjungan kerajaan ke kota Dunedin, Selandia Baru, pada 14 Oktober 1981.

Tiba-tiba remaja berusia 17 tahun bernama Christopher John Lewis melepaskan tembakan dari jarak jauh. Namun tembakan yang ditujukan kea rah Ratu Elizabeth II meleset.

Meski hampir membunuh sang ratu, namun Lewis tidak pernah secara resmi didakwa dengan percobaan pembunuhan atau pengkhianatan. Dia justru didakwa atas kepemilikan senjata api ilegal.

Sepanjang hidupnya, pemimpin Partai Nazi Adolf Hitler mengalami serangkaian percobaan pembunuhan. Namun, salah satu percobaan pembunuhan Adolf Hitler yang fenomenal adalah percobaan kudeta yang dikenal dengan peristiwa 'Plot 20 Juli.

Peristiwa ini terjadi pada 20 Juli 1944 di markas Wolf's Lair. Saat itu, seorang perwira militer Jerman, Kolonel Claus von Stauffenberg meninggalkan sebuah koper berisi bom di dekat Hitler. Lolos?

Artikel Lainnya