Pantai Cacalan, Wisata Sederhana dengan Suguhan Panorama Alam Luar Biasa, Bisa Main Kano

Nyedulur
  • 3 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Wisata Info

Sepertinya Banyuwangi tidak pernah kering dari objek wisata. Cukup banyak wisata alam yang bisa dieksplor di Kota Gandrung ini. Mulai dari laut hingga gunung semua ada. Lengkap dengan wisata kulinernya.

Sebut saja Pulau Merah, Pulau Menjangan, Grand Watudodol, Kawah Ijen, Pantai Bangsring, Taman Nasional Meru Betiri, Taman Nasional Baluran, wisata durian di Songgon, dan masih banyak lagi.

Ada satu lagi yang belum banyak orang tahu. Pantai Cacalan. Destinasi wisata ini terletak di Lingkungan Sukowidi, Klatak, Kalipuro. Pantai ini sejatinya dikelolah oleh masyarakat sekitar.

Salah satu ciri khas Pantai Cacalan dengan pantai pada umumnya adalah lokasi untuk menikmati sunrise yang indah dengan latar belakang Selat Bali.

Tertulis melalui Kompas, pengunjung tak hanya bisa menikmati pemandagan sunrise. Pantai ini juga menawarkan pesona di malam hari.

Pengunjung bisa bermain kano dan menikmati semilir angin pantai sambil menikmati secangkir kopi dan kudapan di sekitar. Cukup banyak warung yang dikelola warga sekitar untuk menemani dinginnya angin malam.

Melihat kondisi saat ini, tak ada yang menyangka jika tujuh tahun lalu, Pantai Cacalan adalah pantai yang sepi. Bahkan tidak banyak orang tahu tentang Pantai Cacalan.

Kala itu hanya beberapa nelayan yang singgah dan memarkirkan perahunya di pantai yang memiliki garis pantai sekitar 2 kilometer ini.

Masriyah (55) adalah salah seorang warga Sukowidi yang membuka warung kecil di Pantai Cacalan sejak 2010, menceritakan pengalamannya. Kala itu dia menjual kopi untuk nelayan yang berangkat melaut atau sedang memperbaiki jaring di sekitar pantai.

“Jangan bayangkan warung seperti ini. Dulu gubuk kecil. Belum ada apa-apa. Kosong semua. Cuma saya yang jualan di sini,” cerita Masriyah dikutip dari Kompas.

Tak hanya siang hari. Masriyah juga melayani kopi dan jajanan saat malam hari. Tak jarang dia dan suaminya memilih tidur di gubuk kecilnya. Untuk penerangan, Masriyah menyalur listrik dari rumah warga terdekat.

“Yang penting ada cahayanya. Sinar lampunya kecil soalnya nyalur. Kan pelangganya nelayan. Mereka kebanyakan mampir pada malam hari,” kata Masriyah.

Pada tahun 2014, kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Pantai Cacalan mulai dirintis. Mereka kemudian membuat beberapa kegiatan seperti tradisi Rabu Wekasan di Pantai Cacalan yang melibatkan banyak orang.

Sejak saat itu, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pantai Cacalan mulai bertambah.

Selanjutnya, pada tahun 2016, pokdarwis juga menyelenggarakan lomba layang-layang di Pantai Cacalan, yang bekerja sama dengan PLN UP3 Banyuwangi. Acara tersebut adalah sosialisasi agar masyarakat tidak bermain layang-layang di dekat jaringan kabel.

Artikel Lainnya