nyedulur.com

Palsukan 24 Rapid Test, Mahasiswa Asal Jember Cuma Dapat Keuntungan Rp1 Juta, Akibatnya Kos di Tahanan

Nyedulur
  • 2 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Kompas.com.

Statusnya mahasiswa. Tapi urusan pemalsuan dokumen, pria berinisial IB cukup berani. Jam terbangnya dalam melakukan pemalsuan dokumen swab atau rapid sudah teruji.

Itu sebabnya warga Desa/Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember itu ditangkap polisi. Salah satu buktinya adalah menjual hasil rapid test antibodi dan antigen. Tidak main-main orang yang dia tawari.

Sedikitnya 24 calon Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) di kecamatan tempat tinggalnya saat pilkada serentak Desember 2020 lalu.

Dikutip dari Kompas, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim, Kombes Farman mengatakan bahwa IB menjadi anggota pengawasan kecamatan (Panwascam) saat Pilkada Jember.

“Ada 24 calon PTPS yang reaktif saat rapid test. Lalu dia menawarkan membuat surat hasil rapid test palsu dengan imbalan Rp 50.000 per surat,” kata Farman.

Berbekal surat hasil rapid test palsu dari pelaku, akhirnya 24 calon PTPS itu pun lolos dan bertugas menjadi PTPS saat Pilkada Jember.

Dari pengalaman itu, lalu tersangka IB menawarkan keahlian membuat surat hasil rapid test palsu itu kepada publik melalui akun Facebook-nya.

“Tanggal 25 Desember dia posting menawarkan surat hasil rapid test antibodi dan antigen tanpa proses pemeriksaan klinis,” Farman menambahkan.

Kini IB ditetapkan tersangka setelah dibekuk. Berat pasal yang disangkakan kepadanya.

Artikel Lainnya