Pakar Hukum Anggap Konyol Enam Eks FPI Jadi Tersangka, Padahal sudah Tewas, Gus Nadir: Pengacara Mau Konsultasi di Kuburan?

Nyedulur
  • sebulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: iStockphoto.

Polisi menetapkan enam eks laskar FPI yang tewas sebagai tesangka. Keenam bekas pengaman Rizieq Shihab itu meregang nyawa dalam ‘baku tembak’ di jalan tol pada 7 Desember 2020.

Namun Bareskrim Polri justru menjadikankeenamnya sebagai tersangka dengan tuduhan melakukan kekerasan. Pernyataan itu disampaikan Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Brigjen Andi Rian Djajadi pada Rabu 3 Maret 2021.

Atas pernyataan itu mendapat kritik dari pakar hukum pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar. Mengutip Detik. Menurutnya yang bisa ditetapkan sebagai tersangka adalah orang hidup gitu.

“Nggak boleh ditetapkan sebagai tersangka. Konyol, orang sudah meninggal nggak bisa ditetapkan (Pasal) 77 (KUHP) itu harus diterjemahkan seperti itu,” katanya, mengutip Detik, Kamis 4 Maret 2021.

Dia mendesak kejaksaan menolak berkas perkara dari polisi. Menurutnya, perkara yang diduga melibatkan enam eks laskar FPI itu otomatis gugur karena terduga pelakunya meninggal semua.

“Konyol, harus ditolak oleh kejaksaan, nggak ada alasan untuk meneruskan kasus itu. Gugur, menghentikan, orang udah meninggal kok diteruskan, harus menghentikan penyidikan,” Abdul Fickar menambahkan dalam kritik.

Kritik senada juga disampaikan Nadirsyah Hosen, pengajar di Fakultas Hukum Universiti Monash. Dia mengkritik polisi yang menetapkan enam eks laskar FPI jadi tersangka setelah meninggal. Dia menulis kritik di akun twitternya pada Kamis 4 Maret 2021, pukul 11.44 WIB.

“Ini gimana sih? Yg sudah meninggal dijadikan tersangka, terus logika hukumnya gimana? Mengadilinya? Terus nanti mereka membela diri di persidangan? Pengacara mau konsultasi di kuburan?” tulis Gus Nadir, sapaannya.

“Pasal 77 KUHP itu bukannya kalau sdh diperiksa dan kemudian meninggal, Maka gugur perkaranya. Ini beda lagi kasusnya. Mereka sdh meninggal dulu, baru kemudian dinyatakan tersangka. Itu psl 109 KUHP atau KUHAP yah?” Ketua PCNU Istimewa Selandia Baru dan Australia itu menambahkan.

Artikel Lainnya