Ogah Bubar, FPI Ngotot Tetap Berdiri, Berganti Nama Front Persatuan Islam

Nyedulur
  • 4 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: JPNN.

Pemerintah telah membubarkan Front Pembela Islam (FPI). Lembaga pimpin Rizieq Shihab itu dinyatakan tidak terdaftar sebagai ormas di Kementerian Dalam Negeri.

Selanjutnya empat kementrian dan tiga lembaga setingkat menteri menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) membubarkan FPI pada Rabu 30 Desember 2020.

Namun pengumuman itu dilawan. FPI menentang. Mereka bersedia membubarkan diri, tapi kemudian mengganti wadah organisasi.

Ahmad Sabri Lubis dan Umum Munarwan kemudian mendirikan Front Persatuan Islam. Singaktannya tetap sama, FPI. Keduanya adalah deklarator. Nama baru ini telah beredar di sejumlah grup WhatsApp maupun media sosial.

Berdasarkan keterangan resminya, FPI anyar ini mendirikan organisasi berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

“Maka dengan ini kami deklarasikan Front Persatuan Islam untuk melanjutkan perjuangan membela agama, bangsa, dan negara sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945,” demikian bunyi keterangannya.

Hal yang menarik adalah, FPI menentang pemerintah. Tetapi ormas pimpinan Rizieq Shihab ini masih mengakui produk pemerintah. Salah satunya adalah putusan Mahkamah Konstitusi 82/PPU-XI/2013.

Dalam pertimbangan hukum halaman 125 yang menyatakan suatu ormas dapat mendaftarkan diri di setiap tingkat instansi pemerintah yang berwenang.

Artikel Lainnya