Novi Rahman Diusung PDI Perjuangan, Bupati Nganjuk yang Diduga Ditangkap KPK, Kasus Jual Beli Tanah

Nyedulur
  • sebulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: IST/Facebook.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan terhadap salah satu kepala daerah di Jawa Timur pada Minggu 9 Mei 2021. Diduga pejabat yang ditangkap adalah Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidyat.

Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan pemeriksaan. Namun dia tidak menjelaskan lebih rinci sosok yang ditangkap, termasuk barang buktinya.

Namun dia tidak menampik sosok yang ditangkap adalah Novi Rahman Hidayat, terkait dugaan jual beli jabatan.

“Diduga begitu (red, jual beli jabatan),” kata Nurul Ghufron, mengutip Tribunnews, Senin 10 Mei 2021.

Saat ini pihaknya belum bisa membeberkan pihak mana saja dan siapa saja yang diamankan KPK, termasuk barang bukti.

KPK sejauh ini masih melakukan pemeriksaan terhadap Novi Rahman Hidayat.

“Detailnya kami sedang memeriksa, nanti kami ekspose,” tandas Ghufron.

Novi Rahman Hidayat merupakan putra daerah yang lahir pada 2 April 1980 di Nganjuk. Saat ini dia tinggal di Dusun Bedingin, Desa Sukorejo, Loceret, kota setempat.

Pria 41 tahun itu terpilih sebagai Bupati Nganjuk setelah memenangkan kontestasi pilkada pada 2018 bersama Marhaen Djumadi. Pasangan nomor satu itu diusung tiga partai, yakni PDI Perjuangan, PKB, dan Hanura.

Novi-Marhaen mengumpulkan 303.195 suara untuk mengalahkan dua pasangan Siti Nurhayati-Bimantoro Wiyono (diusung Gerindra, Demokrat, PPP, dan PAN) dan Desy Natalia Widya-Ainul Yakin (diusung Golkar, NasDem, dan PKS).

Artikel Lainnya