nyedulur.com

No One Left Behind, Moto Brompton Monas Cyclists, Start Bareng, Finish Bersama

Nyedulur
  • sebulan yang lalu
  • arief

SUmber Foto: Mainsepeda.id

No One Left Behind. Moto itu persis dalam film Band of Brothers. Film serial Perang Dunia Kedua yang banyak mengangkat tentang kisah persaudaraan. Itulah yang dipegang teguh Brompton Monas Cyclists (BMC).

Pedoman itu selalu dijaga di mana pun mereka gowes. Termasuk di berbagai event yang diikuti. BMC berusaha untuk saling mendukung. Bahkan rela menunggu rekan yang tertinggal agar selalu finis bersamaan.

Mengutip Main Sepeda, BMC bukan sekadar komunitas Brompton biasa. Mereka memiliki jadwal gowes yang teratur dan terstruktur.

Member juga terkenal paling disiplin latihan. Menu latihannya betul-betul diperhitungkan dengan target tertentu yang telah dipatok.

Dua member BMC, yakni drg. Hendriyanto "Toto" Wijaya dan Sandi "Asenk" Adila juga mencatat prestasi gemilang sekitar dua tahun lalu. Mereka menuntaskan Paris-Brest-Paris (PBP) dengan Brompton.

Tidak main-main jarak tempuh yang dituntaskan. Keduanya gowes sejauh 1.200 kilometer dengan total elevasi 12.000 meter. Perjalanan berat ini mereka selesaikan dalam 82 jam 53 menit. Wow!

Pada akhir Januari lalu, Asenk dan Toto gowes 1.000 kilometer lagi di Yogyakarta. Kali ini mereka tak hanya berdua. Terdapat Andre "Ale" Leman yang turut serta. Ale tergolong rajin gowes. Dia pernah ikut Audax 200 km serta Round Singapore Island. Tapi gowes 1.000 kilometer adalah hal baru untuknya.

Persiapannya gila-gilaan. Sejak awal Januari, member BMC latihan rutin setiap pekan. Mereka juga mematangkan fisik dengan gowes Jakarta-Bandung-Jakarta. Rutenya sedikit berbeda.

Untuk mendapatkan sensasi nanjak, mereka gowes dari Jakarta menuju Purwakarta. Kemudian melaju ke Subang untuk menaklukkan Tanjakan Emen. Kemudian menempuh rute yang tergolong berat.

Artikel Lainnya