Ngotot, FPI Ogah Pindah, Bisa Tinggalkan Lahan Markaz Syariah Bila ada Putusan Sidang

Nyedulur
  • 6 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Antara/Suara.com

Somasi yang dilayangkan PT Perkebunan Nusantara VIII tidak digubris FPI. Justru pihak FPI mempertanyakan somasi perusahaan pelat merah atas lahan pondok pesantren Markaz Syariah di Megamendung, Kabupaten Bogor.

Juru Bicara FPI, Munarman menganggap langkah PTPN VIII dengan mengirim surat somasi adalah prematur. Sebab sejauh ini belum ada putusan dalam persidangan tentang lahan yang berada di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“Dilihat dari aspek hukum perdata dan hukum acara perdata PTPN VIII keliru dan tidak memiliki alasan untuk meminta Pihak HRS mengosongkan lahan,” kata Munarman dalam keterangannya, Senin 28 Desember 2020.

FPI, lanjut Munarman, bisa mengosongkan lahan apabila ada putusan pengadilan yang berketetapan hukum agraria. Bisa juga kedudukan pihak pesantren atau HRS sebagai pembeli beritikad baik dibatalkan.

“Somasi itu premature dan salah pihak,” Munarman menegaskan.

Beberapa hari lalu, PTPN VIII mengirim surat somasi ke FPI tentang kepemilikan lahan pensatren di Megamendung tersebut. di mana PTPN VIII mengaku sebagai pihak yang sah untuk memiliki lahan tersebut.

Melalui Sekretaris Perusahaan PTPN VIII Naning DT mengatakan bahwa surat somasi tersebut tidak hanya ditujukan kepada Habib Rizieq. Surat tersebut juga dilayangkan kepada pihak yang menempati lahan HGU perusahaan di kawasan tersebut.

Artikel Lainnya