Ngeri, Warga Bawa Celurit dan Kayu, Adang Petugas BNNP Jatim, saat Tangkap Terduga Narkoba, Mirip Film Hollywood

Nyedulur
  • sebulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Beritajatim/IST.

Penangkapan gembong narkoba lebih banyak digambarkan di film Hollywood. Alur ceritanya, warga mengadang petugas yang hendak menangkap gembong narkoba. Kemudian terjadi baku tembak. Sementara gembong narkoba selamat.

Kisah itu umumnya digambarkan di negara-negara Amerika Latin. Sebut saja Kuba, Meksiko, dan tentunya Kolombia. Gembong narkoba digambarkan licin, punya power, pengaruh, dan dihormati warga.

Kisah itu tidak hanya di film. Petugas BNNP Jawa Timur juga kesulitan menangkap terduga pengedar narkoba jenis sabu.

Mengutip Beritajatim, Kepala BNNP Jatim, melalui Kabid Pemberantasan, Kombespol Monang Sidabukke membenarkan upaya penangkapan terduga tersangka peredaran narkoba di Sokobanah, Sampang, Madura.

Malahan penangkapan itu direkam video, yang kemudian viral. Kemudian video itu beredar luas di linimasa media sosial maupun grup pecakapan digital.

Menurutnya, secara kronologi saat itu petugas BNNP melakukan pemetaan terhadap kasus narkotika di wilayah tersebut. Saat itu BNNP Jatim melakukan pemetaan di Kecamatan Sokobanah.

Kemudian petugas berpapasan dari arah berlawanan dengan seseorang yang diduga tersangka DPO atas nama HS. Sementara HS adalah terduga pemilik narkotika jenis sabu seberat 3 kg.

“Kemudian petugas, putar balik berusaha mengejar namun kehilangan jejak. Kemudian petugas BNNP Jatim, menuju Polsek Sokobanah untuk berkoordinasi,” kata Monang mengutip Beritajatim, Minggu 7 Maret 2021.

Setelah dilakukan koordinasi, diputuskan untuk mencari HS di sekitaran lokasi saat berpapasan. Diketahui bila HS berada di sekitar rumahnya.

Kemudian petugas melakukan pengejaran dan menangkap pelaku, yang dibantu Polsek Sokobanah.

Pada saat penangkapan itulah, pengadangan yang dilakukan massa sambil membawa celurit dan kayu. Mereka berteriak-teriak. Massa tampak berusaha menghalangi petugas BNNP Jatim dan Polsek Sokobanah untuk mengamankan HS. Sampai akhirnya DPO dibawa pergi oleh massa.

Artikel Lainnya