Ngeri, Pria Jombang Tewas Akibat Ledakan Petasan, Ibu Luka-luka, Polisi Selidiki Penyebabnya

Nyedulur
  • 24 hari yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Shutterstock.

Ibadah salat tarawih warga Dusun Gempol, Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh, Jombang terusik. Gangguan itu datang saat terdengar ledakan cukup keras dari salah satu rumah.

Usut punya usut, ledakan itu berasal dari Sukijan (60) pada Kamis 15 April 2021 malam. Sejumlah warga yang selesai melaksanakan tarawih mendatangi rumah.

Beberapa warga lain juga terlihat mendatangi rumah Sukijan yang gelap gulit. Hanya ada api kecil di ruangan. Mengutip Beritajatim.

Dari situ juga diketahui ada dua orang terkapar akibat luka bakar. Satu orang Sainten (55), kemudian sang anak Joko Slamet (35).

Warga langsung melarikan keduanya ke RSUD Jombang menggunakan mobil pikap. Namun apes bagi Joko Slamet. Meski sudah mendapatkan pertolongan medis, namun nyawanya gagal diselamatkan.

“Joko meninggal di RSUD Jombang sekitar pukul 23.55 WIB. Sedangkan sang ibu yang bernama Sainten mengalami luka bakar,” kata Kapolsek Kabuh AKP Rudi Darmawan mengutip Beritajatim, Jumat 16 April 2021.

Menurut Rudi, pada Kamis malam sekitar jam 19.30 WIB, warga sedang melaksanakan salat tarawih di masjid dusun setempat. Nah, pada rakaat kedua terdengar suara ledakan. Suaranya keras memekakkan telinga.

Sejauh ini Sukijan selamat dalam persitiwa itu. Pada saat kejadian, Sukijan sedang menjalankan ibadah salat tarawih di masjid yang tak jauh dari rumahnya.

Dia juga mendengar ledakan keras tersebut. Namun dirinya tidak mengira bahwa ledakan tersebut berasal dari rumahnya. Akibat ledakan tersebut Sukijan kehilangan anak kandungnya. Kemudian istrinya kritis di rumah sakit.

Artikel Lainnya