Ngeri, Penggunaan Kemasan Galon Mineral Isi Ulang Bisa Bahayakan Kesehatan, Benarkah?

Nyedulur
  • 3 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Gatra.

Seperti yang diketahui jika plastik merupakan bahan kimia yang berbahaya bagi mahluk hidup. Begitu juga dengan manusia. Karena plastik bisa menyebabkan seseorang mengalami kanker, cacat lahir, gangguan imunitas, ataupun penyakit berbahaya lainnya.

Sementara masih ditemui kemasan makanan maupun minuman yang terbuat dari plastik. Meskipun sudah banyak masyarakat yang menggunakan plastik sekali pakai untuk digunakan setiap hari. Sebut saja botol minuman dan sedotan.

Menurut Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, dikutip dari Liputan6, kurang lebih dalam tiga tahun terakhir ini Komnas Anak fokus pada dampak penggunaan kemasan plastik di dalam rumah.

Arist, mengatakan, selalu mengingatkan kepada para ibu agar lebih berhati-hati dalam memilih produk. Baik makanan maupun minuman, dengan kemasan plastik seperti botol minuman, tempat makan, bahkan kemasan galon isi ulang.

“Persoalan plastik ini sebenarnya menjadi konsentrasi Komnas Perlindungan Anak sejak tiga tahun silam,” kata Arist.

Menurut Arist dampaknya bukan hanya Kesehatan, tapi juga menghambat pertumbuhan anak secara mental dan intelektual.

Merasa khawatir akan hal tersebut Arist pun sempat mengingatkan Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) untuk mengawasi produk yang dikemas  dengan kemasan plastik.

Sebab, jelas Arist, bahan pembuat plastik polikarbonat (kode no 7) adalah senyawa Bisphenol A yang lebih dikenal dengan sebutan BPA.

“BPA inilah salah satunya yang mengandung racun yang berbahaya bagi anak-anak.  Terutama pada kemasan galon air isi ulang,” kata Arist.

Dalam keterangan tersebut disebutkan bahwa yang banyak terdapat di pasaran diketahui merupakan kemasan galon isi ulang yang terbuat dari Polikarbonat yang mengandung BPA, dan Kemasan galon sekali pakai yang terbuat dari PET yang tidak mengandung BPA (BPA free).

Kendati sudah ada larangan penggunaan galon plastik yang mengandung BPA, kata Arist, tetap saja penggunaan galon plastik isi ulang masih tinggi. Ini yang patut diwaspadai. Solusinya apa perlu galon dibuat ngamen?

Artikel Lainnya