nyedulur.com

Ngeri, Pemerintah Baru Yaman Disambut Ledakan saat Tiba di Bandara Aden, 26 Tewas

Nyedulur
  • 2 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: IST.

Sambutan kepada pemerintah baru di Yaman cukup ngeri. Entah itu sebagai pesan, bentuk protes, atau sekaligus tantangan. Masalahnya pemerintah yang baru Yaman disambut dengan ledakan.

Dikutip dari CNN Indonesia, kedatangan sejumlah Menteri di pemerintahan Yaman disambut ledakan hebat yang meguncang Bandara Internasional Aden, Yaman pada 30 Desember 2020.

Ledakan itu menyambut sejumlah menteri baru Yaman setiba dari Arab Saudi. Bahkan ledakan itu menewaskan kurang lebih 26 orang serta melukai lebih dari 50 lainnya.

Di Saudi, Perdana Menteri Maeen Abdulmalik dan kabinetnya baru dilantik oleh Presiden Abedrabbo Mansour Hadi yang berlindung dari konflik dengan pemberontak Houthi di Yaman.

Hadi melarikan diri ke Riyadh setelah Ibu Kota Sanaa jatuh ke tangan pemberontak Houthi pada 2014 yang merupakan awal perang sipil di Yaman pecah.

Beberapa jam setelah ledakan di bandara terjadi, ledakan kedua terjadi di dekat Istana Kepresidenan Maasheq, Aden. Ledakan itu pun terjadi ketika para menteri dan Abdulmalik tiba di istana tersebut.

Namun, kedua ledakan itu tak melukai rombongan kabinet pemerintah Yaman. Sebagian besar korban merupakan pekerja kemanusiaan dan pejabat pemerintah.

Abdulmalik menyatakan dia dan kabinetnya "dalam keadaan baik". Ia mengutuk keras serangan "teroris" tersebut sebagai "berbahaya" dan "pengecut".

Rekaman CCTV memperlihatkan ledakan besar terjadi ketika para rombongan pemerintahan Abdulmalik mulai turun dari pesawat.

Kerumunan massa yang semula hendak menyambut kedatangan Abdulmalik dan rombongannya segera berlarian menyelamatkan diri. Asap tebal terlihat mengepul terminal bandara. Rentetan tembakan juga terdengar tak lama setelah ledakan pertama berlangsung.

Sementara itu rekaman video yang diambil AFP menunjukkan ledakan itu tampaknya disebabkan oleh rudal yang menghantam apron bandara.

Hingga kini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas insiden tersebut. Pihak berwenang juga belum menjelaskan sumber ledakan.

Namun, kabinet Abdulmalik menuding ledakan itu didalangi oleh kelompok pemberontak Houthi yang selama ini menentang pemerintah resmi Yaman. Ini keterangannya.

Artikel Lainnya