Ngeri, Pembunuhan Berantai Akibat Racun, Sengaja dan Keteledoran, Telah Ubah Sejarah

Nyedulur
  • 3 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: IDN Times/Flipboard.

Seperti nyanyian madu di tangan kananmu, racun ditangan kirimu. Petikan syair itu berlaku di zaman dulu. Orang zaman dahulu, menggunakan racun untuk melakukan membunuh. Sudah banyak contoh kasusnya. Ngeri.

Pembunuhan menggunakan racun berdampak besar pada jalannya sejarah. Salah satunya digunakan untuk menyingkirkan para pemimpin. Racun atau keracunan bisa saja menimbulkan korban jiwa yang tidak sedikit.

Tak hanya itu, peristiwa keracunan menjadi pemberitaan terkenal yang mengundang atensi publik. Bahkan peristiwa ini bisa mengubah kebijakan pemerintah. Mau tahu peristiwanya?

Dalan catatan IDN Times, pada Perang Dunia I, di sebuah wilayah Hongaria terdapat Desa Nagyrev. Pada tahun 1910-an, desa itu menjadi kamp tawanan perang. Saat perang berakhir, para serdadu kembali ke rumah.

Tapi mereka mengalami cedera akibat perang dan trauma hebat. Banyak yang melakukan kekerasan rumah tangga kepada istrinya.Para istri meminta solusi pada seorang bidan bernama Julius Fazekas.

Fazekas memang disambut baik oleh warga sekitar karena dia adalah satu-satunya orang yang memiliki pengetahuan medis di desa itu.

Fazekas pun menjual air beracun arsenik yang ditempatkan ke dalam botol kepada wanita desa. Setidaknya 50 wanita desa membeli arsenik. Racun itu digunakan untuk membunuh orang-orang yang mereka benci. Akhirnya, banyak orang yang mati secara misterius. 

Melompat ke zaman sebelumnya. Keahlian Locusta membuat racun di era Kekaisaran Romawi terkenal sangat kejam. Dia dihukum atas berbagai kejahatan selama pemerintahan Claudius.

Agrippina istri kedua Claudius adalah orang yang meminta Locusta membuat racun untuk menyingkirkan Claudius guna membuka jalan bagi Nero.

Dalam jamuan makan, Agrippina menyajikan hidangan jamur yang telah diberi racun. Claudius tewas setelah perjamuan makan tersebut.

Locusta juga menyiapkan racun untuk mengalahkan saingan Nero, Britannicus. Nero kemudian memberi hadiah berupa harta, dan mengirim murid-muridnya untuk belajar dengannya.

Locusta kemudian menjadi antek setia Nero selama 14 tahun. Namun ketika Nero tidak lagi berkuasa, Galba yang merupakan penguasa selanjutnya segera mengeksekusinya.

Masih banyak racun-racun yang yang digunakan untuk pembunuhan berantai. Ini kisahnya.

Artikel Lainnya