Ngeri, Lagu Hak Cipta K-Pop Dibajak Label Cina, Pemerintah Korea Nggak Terima, Langsung Turun Tangan

Nyedulur
  • 18 hari yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Seoul Hype.

Popularitas lagu Korea atau K-Pop  tak perlu diragukan lagi. Musiknya telah dikenal mulai dari negara asalnya, kawasan Asia, Eropa hingga Amerika Serikat. Hal ini berdampak pada perekonomian Negeri Ginseng yang terus terangkat.

Tak heran banyak orang dari negara manapun yang memanfaatkan lagu K-Pop untuk mencari ladang rezeki. Satu misal meng-cover dance, musik hingga membedah lagu K-Pop. Tapi semuanya izin kok.

Akan tetapi, belakangan ini beberapa lagu K-Pop tengah menjadi sorotan. Lantaran lagu K-Pop tak luput dari aksi pembajakan dari laber Cina.

Diinformasikan Detik, label musik Cina yang membajak sudah mengunggah ke Youtube. Namanya pembajakan, jelas tidak ada izin, gaes. Tentu pemerintah Korea Selatan langsung meradang. Blue House berusaha melakukan pengusutan pembajakan.

Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan menemukan sebuah label musik asal Cina yang melakukan pembajakan. Mereka meng-cover lagu-lagu K-Pop dan mengalihbahasakannya ke bahasa Mandarin tanpa izin pemilik lagu aslinya.

Hal ini dinilai pemerintah Korea Selatan sebagai tindakan pelanggaran hak cipta. Pihak kementerian tahu dari percakapan di forum-forum online yang tiba-tiba banyak membahas soal ini.

Beberapa lagu yang diketahui diterjemahkan ke bahasa Mandarin tanpa izin datang dari nama-nama populer di Korea Selatan. Di antaranya IU, Brown Eyes, hingga solois Younha. Sebenarnya masih banyak lagi nama-nama yang dicuri hak ciptanya namun tak diungkapkan.

Lagu IU yang berjudul Tear Drops in the Morning dari album IU...IM (2009) jadi salah satu yang dibajak. Lalu lagu Already One Year milik Brown Eyes dan Waiting milik Younha. Lagu tersebut beredar di YouTube tanpa izin dari pemegang hak cipta.

Menurut Asosiasi Hak Cipta Musik Korea, tindakan dari label Cina ini sudah melanggar hukum dan hak cipta musisi Korea Selatan.

Saat ini selain Kementerian dan Asosiasi Hak Cipta Musik Korea, Federasi Pelaku Musik Korea dan Asosiasi Industri Rekaman Korea tengah berusaha untuk menangani permasalahan ini.

Mereka juga meminta kerja sama dari YouTube Korea dan pemegang hak cipta dari lagu-lagu tersebut di luar negeri untuk terus memonitor aksi pembajakan ini.

“Kami akan mengambil tindakan agar hak ciptanya tidak bisa dilanggar di YouTube lewat lagu-lagu terjemahan yang tidak resmi. Pemegang hak cipta yang mendaftarkan informasi di YouTube juga haruslah aktif dalam mengklaim hak mereka,” kata perwakilan Kementerian dikutip dari Korea Herald.

Artikel Lainnya