Ngeri, Kematian Nakes Akibat Covid-19 di Indonesia masih Tertinggi di Asia, Tembus 504, Jangan Nambah Dong

Nyedulur
  • 4 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Jatimnet.

Masyarakat perlu ekstra waspada terhadap Covid-19. Jangan kendor. Selepas liburan Natal dan akhir tahun ini diprediksi terjadi peningkatan kasus.

Peningkatan kewaspadaan ini tidak lepas dari tingginya angka kematian tenaga medis dan kesehatan. Tingginya angka kematian ini sebagai akumulasi peningkatan aktivitas dan mobilitas dalam beberapa bulan terakhir.

“Desember 2020 merupakan bulan dengan angka kematian tenaga medis dan kesehatan tertinggi selama pandemi Covid-19 berlangsung,” kata Tim Mitigasi PB IDI, Dr Adib Khumaidi SpOT dikutip dari Liputan6.

Berdasarkan data yang dirangkum Tim Mitigasi IDI dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Perastuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), sejak Maret hingga Desember 2020, total petugas medis dan kesehatan yang meninggal karena corona berjumlah 504 orang! Cukup tinggi.

Sebanyak 504 orang tersebut terdiri atas dokter (237), dokter gigi (15), perawat (171), bidan (64), apoteker (tujuh korban), dan tenaga laboratorium medik (10).

237 dokter yang meninggal terdiri atas dokter umum (101 dan empat di antaranya adalah guru besar), dokter spesialis (131 dan tujuh di antaranya guru besar), residen (lima).

Adib, menjabarkan, keseluruhan tenaga kesehatan dan medis yang meninggal karena corona berasal dari 25 IDI wilayah (provinsi) dan 102 IDI cabang (kota/kabupaten).

“Kematian tenaga medis dan kesehatan di Indonesia tercatat paling tinggi di Asia, dan lima besar di seluruh dunia,” kata Adib.

Adib turut menjabarkan 11 provinsi dengan kematian tenaga medis dan kesehatan karena Corona tertinggi masih ditempati Jawa Timur. Provinsi lain dan profesi tenaga medis yang meninggal akibat Covid-19 bisa diintip di sini.

Artikel Lainnya