Ngeri, Banyak Jenis Buah dan Sayuran Paling Kotor Beredar di Pasaran

Nyedulur
  • 3 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: OWGF.

Sulit mencari buah maupun sayuran yang benar-benar bersih. Bebas dari ancaman penyakit yang disebabkan pestisida. Sementara pestisida kerap digunakan untuk merawat tanaman, baik sayur maupun buah.

Padahal buah dan sayur adalah bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Setidaknya buah dan sayur memberi manfaat yang cukup besar bagi kesehatan tubuh.

Sebut saja untuk program diet, menjaga kesehatan mata, dan meningkatkan kebugaran fisik. Malahan tidak sedikit masyarakat yang suka mengonsumsi buah atau sayur tanpa dicuci. Ngeriiii.....

Dikutip dari CNN Indonesia buah dan sayuran banyak terpapar pestisida untuk menghilangkan hama saat proses penanaman. Setidaknya ada jurus-jurus yang bisa menghindari paparan pestisida.

“Penting untuk mengurangi paparan pestisida, karena bisa menimbulkan masalah kesehatan seperti kanker, gangguan hormon, dan mengganggu perkembangan otak anak,” ujar ahli toksikologi Environmental Working Group (EWG), Thomas Galligan, mengutip Eat This.

EWG setiap tahunnya merilis Shopper's Guide to Pestisida in Produce. Panduan ini berisi daftar buah dan sayuran yang paling banyak mengandung pestisida.

Pasti Anda penasaran buah dan sayuran 'kotor' yang mengandung residu pestisida.

Sebut saja stroberi. Buah manis dan asam ini menjadi buah yang paling banyak mengandung residu pestisida.

Namun, penting untuk dicatat bahwa pengujian terhadap stroberi terakhir dilakukan pada 2016. Hal ini pula yang membuat stroberi tetap berada di urutan teratas.

Kendati demikian, Galligan tetap yakin bahwa kandungan residu pestisida dalam stroberi tetap sama dari tahun ke tahun, karena praktik perkebunan non-organik yang masih tinggi.

Meski masuk ke dalam sayuran dengan kandungan residu pestisida tertinggi, bayam tak seharusnya dihapus dari daftar bahan makanan yang penting untuk kesehatan.

Bayam organik bisa menjadi solusi. Namun, jika tak bisa mendapatkan organik, selalu cuci bersih daun bayam sebelum dimasak.

Sayuran hijau, seperti kale dan sawi, mengandung banyak residu pestisida DCPA. Pestisida satu ini diklasifikasikan sebagai zat yang bersifat karsinogen atau menyebabkan kanker.

Namun, hal ini tak menjadi alasan untuk berhenti mengonsumsi sayuran hijau. EWG sangat mendorong konsumen membeli kangkung yang ditanam secara organik. Termasuk juga jenis sawi-sawian.

Artikel Lainnya