Ngeri, 39 Juta Liter Air Tanah di Pasuruan Terbuang Percuma Tiap Tahun! Dampaknya, Wow

Nyedulur
  • sebulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: IST.

Pemanfaatan air tanah yang dilakukan sebagian warga Kabupaten Pasuruan menjadi sia-sia. Masalahnya tidak ada standar baku terkait jumlah maupun jarak sumur bor yang boleh dibangun.

Akibatnya dalam setahun kisaran 39,7 juta liter air berpotensi terbuang percuma dari setiap sumur bor setiap tahunnya. Bayangkan! Air tersebut tidak bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Rejoso

Jumlah itu, kata Lisa Tanika, Program Officer Kegiatan Percontohan Sumur Bor World Agroforestry (ICRAF) Indonesia, berdasarkan hitungan kasar.

Ia menyontohkan satu sumur bor memiliki debit 5 liter/detik. Maka selama tiga bulan musim hujan air sumur bor dibiarkan mengalir, maka dalam setahun kisaran 39,7 juta liter air berpotensi terbuang percuma dari setiap sumur bor.

“Ini sama artinya ada dua juta galon air berkapasitas 19 liter, yang setiap tahun terbuang dan tak bisa dimanfaatkan. Itu dari satu sumur bor,” kata Lisa Tanika saat dalam kegiatan bincang media secara daring, dengan topik ‘Bijak Memakai Air Tanah Melalui Konstruksi dan Pengelolaan Sumur Bor yang Tepat, Jumat 19 Maret 2021.

Sementara berdasarkan data sampai akhir tahun 2019 terdapat lebih dari 600 sumur bor yang dibangun masyarakat. Tinggal menghitung berapa air tanah yang terbuang sia-sia.

Sementara itu, Country Coordinator World Agroforestry (ICRAF) Indonesia Dr. Sonya Dewi menuturkan, petani di hilir DAS Rejoso di Kabupaten Pasuruan mendapatkan anugerah berupa melimpahnya persediaan air tanah.

Mereka membuat sumur bor (artesis) untuk irigasi pertanian. Dengan mengebor antara 60 sampai 90 meter, air keluar tanpa dipompa, karena adanya tekanan positif dari akuifer bawah tanah.

Saat ini kondisi sumur bor di masyarakat sebagian besar tanpa kran, sehingga air mengalir selama 24 jam tanpa henti.

Selain itu konstruksi pipa menggantung yang tidak sampai pada dasar sumber air, ditambah dinding sumur bor tanpa pelindung kerap menyebabkan dinding sumur mudah runtuh dan menyumbat aliran air.

Hal ini yang menyebabkan sumur tidak berumur panjang. Umumnya sumur bor hanya bertahan 2-3 tahun, karena debit sumur artesis mengecil atau bahkan berhenti mengeluarkan air.

Adapun Koordinator Gerakan Rejoso Kita, Dr. Ni’matul Khasanah mengatakan, penelitian yang dilakukan antara 2015-2019 menyebutkan 600 sumur bor tersebar di enam kecamatan di hilir DAS Rejoso. Jumlah terbanyak bisa dijumpai di Kecamatan Gondang Wetan dan Winongan.

“DAS Rejoso dengan mata air Umbulan, memainkan peran dan fungsi strategis sebagai penyedia air bersih, tidak hanya bagi Kabupaten Pasuruan, namun juga bagi wilayah sekitarnya,” imbuhnya.

Mata air umbulan, lanjutnya, sanggup memasok air besih untuk Sidoarjo, Surabaya, dan Gresik. Adapun debit mata air Umbulan saat ini turun dari ± 5000 liter/detik di tahun 1980 menjadi 3500 liter/detik di tahun 2020

Artikel Lainnya