nyedulur.com

Nah Ini, Polisi Berseragam Tersungkur Didengkul Rekannya Berbaju Preman saat Amankan Demo, Polri Bantah ada Perwira Nyamar Mahasiswa

Suara
  • 5 bulan yang lalu
  • arief

Baku pukul antara polisi berpakaian preman dengan polisi berseragam terekam sebuah video amatir. Video tersebut diunggah pertama kali oleh pemilik akun twitter @Lini_ZQ pada Selasa 20 Oktober 2020, sekitar pukul 22.00 WIB.

Video tersebut sudah ditonton 439 kali dan disukai tujuh ribu warganet. Tak lupa telah dikomentari 800 lebih, serta diretweet tujuh ribu kali. Kemudian video itu diunggah kembali oleh pemilik akun @Wongso_Soebali.

Dalam video berdurasi dua menit enam detik itu memperlihatkan polisi berpakaian preman mengamankan seseorang demonstran. Diduga mahasiswa beralmamater hijau tersebut polisi yang sedang menyamar.

Pria itu sempat ditendang kakinya dari belakang. Tiba-tiba, seorang anggota polisi berseragam diduga dari personel Sabhara turut memukul. Tapi pukulan itu diduga mengenai salah satu anggota polisi berpakaian preman.

Polisi berpakaian preman itu pun sempat membalas ke personel Sabhara tersebut. Bahkan, salah satu rekan polisi berpakaian preman tersulut emosinya dan ikut memukul personel Sabhara.

“Perwiraku itu, Brimob itu,” teriaknya.

“Aku enggak tahu,” teriak polisi berseragam.

Kemudian polisi berpakaian preman itu menghantam personel Sabhara dengan lututnya. Dengkul itu menyebabkan anggota Sabhara tersungkur.

Terpisah, Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Awi Setiyono menyangkal mahasiswa yang ditangkap adalah anggota polisi yang sedang menyamar sebagai pendemo.

“Terkait video viral di medsos yang mengatakan bahwa anggota Brimob menyamar sebagai mahasiswa dan ditangkap oleh polisi lalu kena pukul personel Sabhara adalah tidak benar. Yang ditangkap menggunakan baju almamater hijau (kampus Universitas Batanghari) saat kejadian benar-benar mahasiswa,” kata Awi melansir Suara.com.

Menurutnya anggota (baju preman) yang mengamankan mahasiswa, menghalang-halangi anggota Sabhara yang mau memukul mahasiswa. Awi menilai ada salah paham di lapangan.

“Tapi sudah clear setelah tahu yang bawa mahasiswa adalah personel Intel Brimob. Sama netizen dibikin narasi macam-macam,” kata mantan Kabid Humas Polda Jatim itu. Berikut narasi warganet terkait video tersebut..

Artikel Lainnya