Nah Ini, Pemprov DKI Longarkan Buka Puasa Selama Ramadan, PHRI Minta Kapasitas Tamu Dinaikkan 75 Persen

Nyedulur
  • sebulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Tribunnews.

Gencarnya vaksinasi di beberapa daerah membawa angin segar. Vaksin diharapkan bisa mencegah makin tinginya kasus terkonfirmasi virus corona. Harapannya agar kondisi kembali membaik, dan roda perekonomian bisa menggeliat.

Terlebih menjelang pelaksanaan bulan Ramadan ini akan banyak kegiatan di perkantoran, hotel dan restoran atau rumah makan. Salah satu kegiatannya adalah buka bersama.

Mengutip Antara melalui Viva, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai melonggarkan buka puasa baik di masjid, restoran, perkantoran bersama di bulan suci Ramadan 1442H/2021.

Namun demikian, ada beberapa persyaratan yang mesti dipenuhi masyarakat yang ingin melakukan kegiatan buka puasa bersama di luar rumah atau di restoran/rumah makan. Sebab sekarang ini masih di masa pandemi Covid-19.

Pelaksana tugas (plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Gumilar Ekalaya mengatakan belum ada perubahan aturan terkait kapasitas dan jam operasional restoran saat momen buka puasa bersama. Namun pemerintah tetap membuka masukan dari pengusaha.

“Saat ini masih 50 persen, nanti kami coba dalami dulu, apakah akan ditingkatkan atau tidak. Ini sedang dibahas bersama PHRI, Pemprov DKI, kalau itu buka bersama sebenarnya tidak masalah karena masih di jam operasional sampai 21.00 WIB,” kata Gumilar, Senin 5 April 2021.

Menurutnya, buka bersama dilaksanakan 18.30 atau 19.00 WIB. Waktu tersebut masih bisa dimungkinkan, hanya tinggal protokol kesehatannya harus tetap dijaga. Begitu juga dengan kondisi social distancing yang harus tetap tertib.

Meski demikian, Gumilar menekankan aturan bagi restoran tetap mengikuti pemerintah pusat, karena masih berada dalam lingkup kebijakan PPKM Mikro Jawa-Bali dan beberapa kota di Kalimantam, Sumatera dan Sulawesi.

“Jangan sampai overlap antara pemerintah daerah dan pusat,” ucapnya.

Adapun Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta ingin pemerintah meningkatkan kapasitas jumlah pengunjung yang bisa makan di tempat alias dine in menjadi 75 persen saat masa buka bersama (bukber).

Saat ini, kapasitas pengunjung dine in hanya boleh 50 persen. Kebijakan ini diterapkan karena pemerintah masih melangsungkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

Artikel Lainnya