Moms, Tanda dan Penyebab Keguguran Sering Disepelekan, Pelajari Antisipasinya

Nyedulur
  • 24 hari yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Womens Mental Health.

Pasangan muda sangat mendambakan kehadiran buah hati. Berbagai cara dilakukan, yang salah satunya berkonsultasi ke dokter kandungan. Namun tidak sedikit pasangan muda bersedih, lantaran bayi meninggal sebelum lahir atau keguguran.

Memang saat hamil muda yang usia kandungan sebelum menginjak 20 minggu risiko kegugurannya cukup tinggi.

Sebetulnya mengalami keguguran terdapat beberapa tanda. Salah satunya adalah keluarnya darah dari vagina, nyeri atau kram di perut, hingga punggung bagian bawah.

Namun, ada juga beberapa gejala dan penyebab yang tidak bisa kita kenali. Salah satunya telah disampaikan Popmama.

Saat menjalani masa-masa kehamilan, ibu hamil memiliki beberapa gejala yang seringkali dirasakan seperti mual, sensitif, mudah lelah atau bahkan perubahan di bagian payudara.

Namun, hilangnya gejala kehamilan tersebut bisa saja menjadi tanda awal seseorang yang sudah mengalami keguguran.

Selain itu, keguguran yang tidak disertai dengan perdarahan dapat terjadi saat hilangnya denyut nadi janin di dalam kandungan. Inilah yang perlu diwaspadai.

Dilansir dari Baby Center melalui Popmama, keguguran yang secara diam-diam dapat membuat tanda kehamilan perlahan berkurang atau menghilang sama sekali.

Jika Mama merasakan tanda-tanda tubuh yang semakin tidak memperlihatkan kehamilan, sebaiknya langsung berkonsultasi ke dokter. Pastikan kalau kondisi si Kecil di dalam kandungan sehat, atau hilangnya tanda-tanda kehamilan bukanlah pertanda buruk.

Darah yang menggumpal dan janin yang masih berupa jaringan bisa saja keluar dari vagina. Jika ada jaringan yang keluar dari vagina, letakkan dalam wadah yang bersih lalu bawalah ke dokter untuk dianalisis agar diketahui kondisi sebenarnya.

Selain itu, seiring bertambahnya usia kehamilan, seharusnya gerakan janin di dalam perut akan semakin terasa. Adanya aktivitas si Kecil di dalam perut dapat menjadi tanda kalau dirinya berkembang dan sehat.

Selain pergerakan janin dapat dirangsang melalui beberapa suara musik, perlu diketahui bahwa perubahan suhu ruangan juga dapat mendorongnya untuk aktif bergerak. Waspadai pula saat gerakan janin di dalam perut semakin berkurang.

Artikel Lainnya