Moeldoko Terpilih Ketua Umum Demokrat, SBY Sindir Pemerintah, Sepuluh Tahun Tak Pernah Ganggu dan Rusak Partai Lain

Nyedulur
  • 2 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Liputan6.

Kepala Kantor Staf (KS) Presiden Moeldoko terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Dia terpilih dalam kongres luar biasa atau KLB Partai Demokrat di The Hill Hotel dan Resort Sibolangit, Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat 5 Maret 2021.

Atas terpilihnya Moeldoko, Susilo Bambang Yudhoyono menyindir keras para pemimpin negeri. Menurutnya, para petinggi negeri dianggap memberi jalan pelaksanaan kudeta melalui KLB.

Dalam keterangan pers yang disampaikan melalui channel YouTube, presiden keenam RI itu merasa tidak pernah mengganggu partai lain.

“Saya benar-benar tidak menyangka karena selama 10 tahun saya memimpin Indonesia, baik pribadi maupun Partai Demokrat yang saya bina, tidak pernah mengganggu dan merusak partai lain, seperti yang kami alami saat ini,” kata SBY.

Sindiran itu tidak lepas dari sosok Moeldoko sebagai pejabat negara. Sehari-hari mantan panglima TNI itu berada di lingkungan istana sebagai Kepala Staf Presiden. 

Hal lain yang membuat SBY kecewa lantaran Moeldoko pernah menjadi 'pembantunya'. Moeldoko diangkat SBY sebagai Panglima TNI pada 2013-2015. Pria kelahiran Pacitan itu mengaku malu pernah memberi jabatan sebagai panglima kepada Moeldoko sekalius orang kepercayaannya, namun kali ini berbalik arah.

“Saya tetap percaya bahwa bapak Presiden Jokowi memiliki integritas dan kearifan dalam menyikapi gerakan pendongkelan dan perebutan kepemimpinan Partai Demokrat yang sah,” lanjut SBY.

Sebelumnya Moeldoko menganggap KLB yang diselenggarakan di Deliserdang itu sudah sesai dengan AD/ART partai. Meskipun pada dasarnya pria kelahiran Kediri 8 Juli 1953 ini ragu untuk hadir dalam KLB.

“KLB kali ini sudah sesuai dengan konstitusional, dan tertuang dalam AD/ART,” jelas Moeldoko selepas penunjukkannya.

Artikel Lainnya