Misteri Libido Perempuan, Bisa Dilihat dari Lebatnya Bulu, Makin Tebal Kian Tinggi Gairah Seksualnya, Wow, Benarkah?

Nyedulur
  • sebulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Tribunnews.

Cukup banyak mengetahui libido atau gairah seksual di Indonesia. Terlebih libido perempuan dan laki-laku tidak selalu sama.

Semisal untuk mengetahui libido bisa dilihat dari cara berpakaian, aksesoris, cara merias diri, selera makan, cepat atau lambatnya naik kendaraan, hingga bulu di tubuh.

Bicara soal bulu di tubuh perempuan, banyak yang setuju. Di mana perempuan yang memiliki bulu tebal, yang meliputi bulu kaki, lengan, tengkuk, kumis, hingga area perut, dikatikan dengan libido yang tinggi.

Mengutip Popmama, dalam istilah medis, pertumbuhan bulu yang lebat dan bahkan ekstrem, disebut dengan hirsutisme. Seorang perempuan bisa ditumbuhi rambut di area tubuh yang tidak biasa seperti wajah, tangan, kaki, perut, dada hingga punggung.

Salah satu penyebab yang mungkin terjadi karena faktor genetik. Lantas benarkan perempuan yang memiliki pertumbuhan bulu lebih lebat ini memiliki gairah seks yang sangat tinggi?

Pada dasarnya, selain faktor genetik, peningkatan hormon testoteron, obat-obat tertentu, dan kondisi kesehatan seseorang menentukan pertumbuhan bulu. Sehingga anggapan bahwa perempuan yang memiliki bulu lebat memiliki libido besar masih perlu dipertanyakan.

Peran hormon testoteron terhadap perempuan kepada gairah seksnya tidak besar. Sebab, hormon ini hanya sedikit faktor dari banyak hal yang bisa membuat perempuan memiliki libido tinggi.

Memang benar, besarnya libido dipengaruhi hormon testoteron. Tapi tidak mutlak. Mitos soal bulu tubuh dan libido ini pun dijawab oleh dr. Boyke Dian Nugraha atau akrab disapa dokter Boyke, melalui channe YouTube WAW Entertaiment.

“Bulu yang lebat itu berhubungan sama hormon testoteron. Nggak hanya cowok, tapi cewek juga. Karena testoteron salah satu penentu gairah seks laki-laki dan perempuan. Pada perempuan pengaruhnya 1/10 (sepersepuluh),” katanya.

“Memang berpengaruh, tapi tidak hanya bulu saja, ada hal-hal lain. Tidak hanya hormon saja tapi tubuhnya sehat nggak, makanannya oke nggak, semuanya itu menjadi satu,” dokter Boyke menjelaskan.

Menurut pendapat dokter Boyke tersebut bisa disimpulkan, memang banyak hormon testoteron pada perempuan menentukan gairah seks, tapi bukan faktor satu-satunya.

Mengutip dari Net Doctor, peningkatan hasrat seksual sangat normal terjadi pada remaja yang mengalami lonjakan hormon. Namun, pada saat dewasa sejumlah faktor lain dapat berdampak pada dorongan seks ini.

Secara medis, peningkatan libido bisa dipengaruhi oleh ketidakseimbangan hormon, hormon tiroid yang terlalu aktif, mengonsumsi obat tertentu, hingga cedeta otak.

Artikel Lainnya