Minuman Bir Non Alkohol Halal, Benarkah? Ini Penjelasan MUI

Nyedulur
  • 3 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: IST.

Beberapa tahun terakhir ini Perda tentang penjualan minuman keras menyulitkan investor. Masalahnya tidak semua toko bebas menjual miras. Begitu juga dengan minimarket sudah tidak lagi menyediakan miras di etalasenya.

Itu sebabnya sejumlah industri ramai-ramai menciptakan produk zero alcohol. Kehadiran produk ini untuk memyiasati permintaan pasar. Kemudian timbul pertanyaan, apakah minuman tersebut bisa disebut halal?

Seperti yang kita tahu bahwa bir mengandung alkohol ringan, dan tidak bisa dimasukkan kategori minuman nonalkohol. Namun belakangan ini bir nonalkohol banyak diproduksi.

Mengutip Detik, bir rendah alkohol sudah ada dan populer sejak tahun 1980 hingga 1990-an.

Minuman bebas alkohol yang terbuat dari malt ini sejak dahulu telah banyak dipilih untuk menghindari efek alkohol. Namun rasa yang didapat tetap sama.

Dilansir dari Insider melalui Detik, aturan tentang minuman non-alkohol sudah ditetapkan sejak 1919 di Amerika Serikat. Undang-undang Volstead hanya menganggap sebuah minuman dikatakan beralkohol ketika mengandung lebih dari 0,5 persen alkohol.

Aturan ini masih menjadi standar yang banyak digunakan untuk memproduksi minuman alkohol dan non-alkohol. Jadi, jika bir ingin dianggap sebagai minuman non-alkohol kandungan alkoholnya tidak boleh lebih dari 0,5 persen.

Bir non-alkohol dibuat dengan 2 pilihan cara. Pertama alkohol dihilangkan atau tidak diproduksi sama sekali pada proses fermentasi. Pada pembuatan bir ini digunakan ragi khusus dan biji-bijian yang tidak bisa mengubah gula menjadi alkohol.

Sedangkan, pembuatan bir pada umumnya dikenal dengan istilah brewing atau proses yang menghasilkan minuman beralkohol melalui fermentasi.

Malt yang menjadi bahan dasar pembuatan bir akan melalui proses penambahan enzim alpha amilase dan beta amilase untuk mengubah pati menjadi gula. Gula ini yang kemudian diubah menjadi alkohol melalui proses fermentasi.

Di Indonesia, bir non-alkohol mulai marak diproduksi. Untuk memenuhi keinginan pasar di tengah larangan minuman memabukkan, membuat produksi bir non-alkohol menjadi meningkat.

Salah satu merk bir lokal yang memproduksi bir non-alkohol misalnya Bintang. Klaim 0,0 persen alkohol, bir ini bisa ditemukan di berbagai minimarket terdekat.

Selain itu, minuman tradisional sejenis bir juga ada di Indonesia. Minuman tradisional ini bahkan terbuat dari rempah-rempah alami dan sama sekali tidak mengandung alkohol. Misalnya bir jawa, bir pletok dan coffee beer.

Terkait fatwa halal dan haram di Indonesia, produk minuman bir non-alkohol komersil yang banyak tersedia di pasaran Indonesia tidak mengantongi sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Dikutip dari situs resmi Halal MUI, Ketua Komisi Fatwa (KF) MUI, Prof. Dr.H. Hasanuddin AF, MA kala itu menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memproses sertifikasi halal untuk produk tasyabbuh atau menyerupai dengan produk yang diharamkan dalam Islam.

Artikel Lainnya