Merinding, Suara Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air, Warga Pulau Lancang Bilang Mirip Petir, Bikin Rumah Bergetar

Nyedulur
  • 3 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: IST.

Kesaksian warga di Kepulauan Seribu membuat bulu kuduk berdiri. Warga sekitar yang melaut melihat proses jatuhnya pesawat Sriwijaya Air pada Sabtu 9 Januari 2021.

Kejadian jelang sore itu terekam dengan jelas oleh warga di Pulau Lancang, Kepulauan Seribu. Sebab pesawat jatuh pada pukul 14.40 WIB, persis saat pesawat hilang kontak.

Warga mendengar seperti petir menggelegar. Suara itu dibarengi dengan getaran di rumah. Kaca, dinding rumah, atap, hingga pintu dan jendela bergetar. Terlebih suasana di tengah hujan lebat.

“Hari itu hujan campur angin kencang, tiba-tiba ada suara 'duar' terdengar keras sekali sampai rumah (kaca rumah) bergetar,” kata Junaenah (40), warga Pulau Lancang, dikutip Suara, Senin 11 Januari 2021.

Menurut Junaenah, situasi saat itu tidak ada yang berbeda. Ada masyarakat yang melaut, mencari rajungan (sejenis kepiting). Namun kebanyakan warga berada di dalam rumah masing-masing, berlindung dari hujan.

“Pas dengar saya kaget, Ya Allah, suara apa itu, karena besar sekali seperti bom. Tapi saya dan anak-anak tidak keluar karena saya kira hanya petir di tengah hujan,” kata Junaenah yang jarak rumahnya dari bibir pantai hanya sekitar 200 meter.

Akhirnya kabar sebenarnya datang dan tersiar sekitar pukul 16.00 WIB. Di pulau yang mayoritas keluarga nelayan itu, mendengar pengumuman dari Kementerian Perhubungan. Di mana satu pesawat Sriwijaya Air hilang kontak di sekitar perairan Kepulauan Seribu.

Ketua RT 001/RW 001 Pulau Lancang, Marsu mendapat laporan dari warga yang pulang melaut. Bahwa ada pesawat jatuh di sekitar Pulai Laki dengan posisi mereka melaut. Ini kata Marsu, menirukan ucapan nelayan.

Artikel Lainnya