Mengunyah Perlahan dan Menikmati Makan Bisa Pengaruhi Berat Badan, Cobalah

Nyedulur
  • 2 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Shutterstock.

Menurunkan berat badan tidak bisa dalam waktu singkat. Butuh perjuangan baik waktu, tenaga, maupun biaya. Bila hasilnya tidak maksimal, bentuk fisik kian bengkak. Alias gagal diet.

Kegagalan menurunkan berat badan bisa dipengaruhi lingkungan maupun faktor genetik. Sementara menjalankan diet juga dipengaruhi aktivitas fisik dan kebiasaan makan sehari-hari. Salah satunya sepeti kecepatan makan.

Mengunyah makanan secara perlahan bisa membantu Anda menurunkan berat badan. Meskipun kerap dianggap perilaku malas, akan tetapi hal itu bisa menimbulkan perasaan kenyang.

Dengan demikian, itu mencegah Anda makan berlebihan yang dapat menyebabkan penambahan berat badan.

Makan perlahan dapat meningkatkan penyerapan nutrisi yang lebih baik. Lebih banyak nutrisi meningkatkan perasaan kenyang dan menghentikan seseorang dari makan berlebihan. Mengutip CNN Indonesia.

Lebih banyak mengunyah meningkatkan kepuasan makanan, yang mengarah ke pikiran yang lebih tenang dan bahagia. Ini memengaruhi tingkat stres Anda dengan cara yang positif.

Lebih sedikit stres meningkatkan pola makan yang sadar. Dengan demikian bisa  mendorong penurunan berat badan.

Makan perlahan membutuhkan pengunyahan ekstra pada makanan. Mengunyah ekstra meningkatkan proses pencernaan, yang merupakan langkah pertama untuk menurunkan berat badan.

Makan perlahan dapat membantu Anda menikmati makanan sepenuhnya. Makan sambil mengakui dan menghargai rasa serta aroma makanan membuat Anda merasa lebih puas setelah selesai makan.

Tak hanya itu, makan perlahan mendorong Anda jadi lebih banyak mengunyah. Ini dapat membantu mengatur dan mengurangi jumlah total kalori yang dimakan setiap sehari.

Makan lebih sedikit kalori daripada yang Anda bakar dalam sehari, dapat menciptakan defisit kalori. Cara tersebut sebagai langkah pertama untuk menurunkan berat badan.

Di samping itu, dikutip dari Healthline melalui CNN Indonesia, faktanya seseorang yang kerap makan dengan cepat, 115 persen lebih mungkin mengalami obesitas.

Sebuah studi pada 4 ribu orang dewasa paruh baya ditemukan bahwa, orang yang makan dengan cepat cenderung mengalami kenaikan berat badan menerus sejak usia 20 tahun.

Artikel Lainnya