nyedulur.com

Mengulik Seputar Tegal, Kota Kelahiran Marinir, Bukan Sekadar Gudangnya Warteg

Nyedulur
  • sebulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Selular.id

Mendengar nama Tegal, selalu membayangkan warteg. Maklum, cukup banyak warung bergaya Tegal yang bertebaran di Ibu Kota, Jakarta. Tak heran mendengar kota di pesisir Jawa Tengah ini selalu membayangkan warung.

Gaes, Tegal sejatinya bukan hanya warungnya yang khas. Juga bukan bahasanya yang populer di Jakarta. Tegal memiliki daya Tarik sebagai Kota Bahari dan mendapat julukan Jepangnya Indonesia.

Selain pernah menjadi cikal bakal berdirinya Korps Marinir, kota yang terletak di perbatasan provinsi Jawa Tengah dan Barat ini menyimpan berbagai fakta menarik.

Menurut catatan Liputan6, Tegal dijuluki sebagai Jepangnya Indonesia, lantaran banyaknya industri pengecoran dan pengerjaan logam. Beberapa perusahaan ini dibangun pada 1940, untuk mencukupi kebutuhan peralatan perang tentara Jepang.

Dari situ, masyarakat mendapatkan keterampilan mengerjakan logam. Keahlian itu kemudian digunakan untuk membangun bengkel-bengkel sederhana di masa setelah itu.

Masyarakat Tegal juga terkenal andal mengolah logam untuk memproduksi alat-alat pertanian, onderdil motor dan mobil, hingga perhiasan. Semua itu dapat tercipta dari tangan-tangan dingin nan kreatif masyarakatnya.

Bahasa Jawa Tegal adalah salah satu dialek bahasa Jawa yang dituturkan di Kota Tegal dan sekitarnya. Letak Tegal yang ada di pesisir Jawa Tengah bagian utara, menjadikan dialeknya berbeda dengan daerah lain.

Pengucapan kata dan kalimat agak kental. Dialek Tegal merupakan salah satu kekayaan bahasa Jawa, selain Banyumas. Meskipun memiliki kosakata yang relatif sama dengan bahasa Banyumas, pengguna dialek Tegal tidak serta-merta mau disebut ngapak.

Berlanjut ke masa penjajahan Jepang, ya gaes. Di Tegal pernah dibangun Sekolah Pelayaran Tinggi (SPT) dan Sekolah Pelayaran Rendah (SPR) yang melahirkan kaum bahariwan, embrio dari Angkatan Laut Indonesia.

Hingga berganti nama menjadi TKR Laut pada 5 Oktober 1945, Tegal menjadi basis berkumpulnya para pelaut andal. Kemudian membentuk angkatan perang. Keren.

Artikel Lainnya