Mengerikan, Tanda dan Akibat Kalsifilaksis Bisa Sebabkan Kematian, Apa Sih Itu?

Nyedulur
  • 20 hari yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Pixabay.

Mendengar istilah calciphylaxis atau kalsifilaksis memang masih asing. Maklum penyakit ini jarang ditemukan tapi cukup banyak pasien yang mengalami.

Memang benar bila kalsifilaksis merupakan jenis penyakit serius yang jarang terjadi. Bahkan ahli medis menyebutnya sebagai penyakit langka.

Biasanya penyakit ini menyerang pasien yang memiliki penyakit ginjal stadium akhir. Namun penyakit ini jarang menyerang orang yang memiliki ginjal normal.

Penyakit yang dikenal dengan calciphylaxis uremik ateriolopathy (CUA) ini, merupakan penyakit yang diakibatkan oleh penumpukan kalsium dalam pembuluh darah yang menyebabkan penggumpalan darah.

Selain itu kalifilaksis juga dapat mengakibatkan infeksi yang serius yang dapat menyebabkan kematian.

Berdasarkan catatan IDN Times, bahwa gejala kalsifilaksis yang paling sering dan jelas adalah kerusakan kulit dengan adanya lesi berwarna ungu yang menyakitkan. Di mana gejala ini biasanya tidak bisa disembuhkan.

Tanda dan gejala kalsifilaksis, meliputi lesi kulit terutama pada tungkai bawah atau area yang memiliki kandungan lemak tinggi. Sebut saja payudara, bokong, paha, dan perut, meskipun bisa terjadi di mana saja. Penyakit ini juga dapat memengaruhi jaringan lemak, organ dalam, atau otot rangka.

Lesi memiliki pola besar seperti jaring ungu pada kulit, benjolan dalam dan sangat nyeri yang memborok menciptakan luka terbuka dengan kerak hitam kecokelatan yang gagal sembuh, adanya infeksi dari luka yang tidak kunjung sembuh.

Selain itu, gejala lain, termasuk kelelahan, kelemahan, kram, depresi, dan pegal-pegal.

Kalifilaksis terjadi akibat dari penumpukan kalsium dalam pembuluh darah. Tetapi tidak diketahui secara jelas mekanisme penyebab penumpukan tersebut. Kemungkinan, ini terjadi karena adanya masalah metabolisme mineral dan hormon, seperti kalsium, fosfat, dan hormon paratiroid.

Melansir Mayo clinics dari IDN Times, pada penelitian terbaru melaporkan bahwa orang dengan kalsifilaksis memiliki kelainan pada faktor pembekuan darah, yang dapat menyebabkan pembentukan gumpalan darah kecil lebih sering dari biasanya.

Menurut keterangan dari laman Healthline melalui IDN Times, orang dengan kondisi gagal ginjal lanjut berada pada risiko tertinggi mengalami kalsifilaksis. Ini dilaporkan pada sekitar 1 hingga 4.5 persen orang yang menjalani dialisis.

Beberapa kondisi medis tertentu juga dilaporkan meningkatkan risiko penyakit ini pada orang yang menjalani dialisis, seperti diabetes, kegemukan (obesitas).

Artikel Lainnya