Mengenang Syekh Ali Jaber, Selamatkan dan Memaafkan Pelaku Percobaan Pembunuhan

Nyedulur
  • 3 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Merdeka.

Meninggalnya Syekh Ali Jaber menyisakan duka yang mendalam. Ulama kharismatis itu wafat di RS Cempaka Putih pada Kamis 14 Januari 2021.

Kabar awal meninggalnya Syekh Ali Jaber dari ustaz Yusuf Mansyur. Ditambah dengan akun Instagram yang dikelola Yayasan Syekh Ali Jaber.

Informasi itu juga diperkuat dengan keterangan resmi dari RS Yarsi Cempaka Putih, Jakarta Pusat. RS ini yang merawat tokoh kelahiran 3 Februari 1976 itu. Sebelumnya Syekh Ali Jaber sempat dikabarkan positif Covid-19.

Dilansir dari Liputan6, salah satu peristiwa yang paling dikenang adalah kejadian penusukkan yang menimpanya. Saat itu dia mengisi acara di Masjid Falahudin, Jalan Tamin, Kelurahan Sukajawa, Kecamatan Tanjung Barat, Bandar Lampung September 2020.

Dalam sebuah pernyataan video pada waktu itu, Ali Jaber bersyukur lolos dari maut usai kejadian tersebut berkat pertolongan Allah SWT.

“Alhamdulillah, Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Ini pelajaran baru bagi saya. Allah selamatkan saya dari pembunuhan,” kata Syekh Ali Jaber kala itu.

Syekh Ali Jaber mengatakan bahwa saat itu, pisau yang ditusukkan cukup keras. Bahkan pisau tersebyt sampai patah,

“Saya sendiri yang lepaskan pisaunya yang sudah patah di dalam, kemudian saya keluarkan. Tapi alhamdulillah,” lanjutnya.

Satu hal yang menjadi sorotan dalam peristiwa itu adalah, bagaimana Syekh Ali Jaber masih sempat menolong pelaku yang tengah dihakimi massa.

Deddy Corbuzier, dalam unggahan podcast mengungkapkan persitiwa itu mirip dengan penembakan Paus Yohanes Paulus II. Di mana Paus saat itu juga memaafkan pelaku penyerangan.

“Saya tidak suka membalas dendam,” kata Syekh Ali Jaber pada Deddy Corbuzier dan Gus Miftah saat itu. Dahkan dia mengaku tidak marah dengan peristiwa itu.

“Saya jujur saja. Di saat kejadian ini, tidak tahu ya, rasa saya tenang. Adem. Jiwa saya adem. Jadi tidak merasa gelisah, tidak merasa trauma, santai. Justru yang saya pikirkan dan fokus untuk selamatkan dia (pelaku),” kata Syekh Ali Jaber.

Di momen itu, dia berteriak dan meminta agar massa berhenti menghakimi pelaku. Ini kisah Syekh Ali Jaber setelah peristiwa penusukan.

Artikel Lainnya