Mengejutkan, Kucing Lebih Bersahabat dengan Manusia Ketimbang Anjing, Ini Kata Riset

Nyedulur
  • 3 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Showbiz Cheat Sheet.

Anjing tergolong hewan peliharaan yang mudah dilatih untuk berbagai kepentingan. Dijadikan sebagai anjing pelacak, penjaga, pemburu, sampai dilatih untuk berolahraga.

Malahan satwa ini dikenal patuh dan ramah dengan majikannya. Itu sebabnya anjing punya hubungan yang erat dengan manusia.

Sebetulnya, ada binatang yang jauh lebih bersahabat. Mau tahu? Menurut para ahli kucing jauh lebih bersahabat dengan manusia.

Kok kucing? Sebetulnya kucing dianggap sebagai hewan pemalas dan penyendiri. Kucing juga kerap dianggap sebagai pencuri bila tidak diperhatikan makanan dan vitaminnya.

Dilansir Liputan6, para ilmuwan di Universitas Oregon melakukan penelitian untuk mengetahui apakah kucing dapat membangun ikatan emosional dengan pemiliknya.

Mereka meneliti 70 pemilik kucing dan peliharaannya, serta memintanya melakukan tugas sederhana. Setiap pemilik harus tinggal dengan hewan peliharaan mereka selama dua menit di ruangan yang sama.

Kemudian meninggalkan ruangan selama dua menit. Selanjutnya kembali ke ruangan tersebut untuk bersama kucing selama dua menit lagi.

Hasilnya mengagetkan. Sekitar 64 persen kucing terlihat tidak stres saat pemiliknya bersama mereka. Sebaliknya, kucing sangat resah saat pemiliknya pergi meninggalkan sendiri.

Para ilmuwan percaya bahwa itu adalah pertanda kucing dapat membentuk sebuah keterikatan sama halnya dengan anjing dan anak-anak. Dan ini berarti, mereka merasa lebih nyaman dan aman menjelajahi dunia baru dengan kehadiran majikan.

Sekitar 35 persen, kucing yang diteliti memberikan pertanda ketidaknyamanan dan terlihat sangat stres serta terlihat menghindari pemiliknya.

Hal yang mengejutkan adalah, tingkat keterikatan nyaman atau tidaknya seekor kucing saat ada pemiliknya hampir mirip dengan yang ditunjukan oleh anak-anak (65 peresn aman dan 35 persentidak aman). Bahkan, anjing punya skor lebih rendah.

Kristyn Vitale, penulis utama penelitian ini, yakin bahwa kucing dan anjing menunjukkan ikatan yang sama dengan pemiliknya seperti halnya anak-anak terhadap pengasuhnya.

Kebanyakan kucing menghabiskan banyak waktu dengan pemiliknya. Hal ini menjadi kucing lebih tergantung, melihatnya sebagai sumber keamanan, dan bahkan mendatangi mereka ketika membutuhkan kenyamanan.

Para ilmuwan mengklaim bahwa pelatihan dan sosialisasi lebih lanjut mungkin memiliki sedikit dampak pada perasaan kucing tentang pemiliknya.

Faktor yang diwariskan seperti temperamen-lah yang paling penting. Para peneliti menyoroti bahwa jika kucing berhasil terhubung dengan pemilik mereka, hubungan mereka akan stabil dalam jangka panjang.

Artikel Lainnya