Memprihatinkan Bila Anak Kecanduan Gawai, Bisa Ganggu Kesehatan Mental, Ada Kok Tips Meredakan, Simak Ya, Moms

Nyedulur
  • sebulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: First Cry Parenting.

Anak generasi milenial tidak bisa lepas dari teknologi. Apalagi bila sudah di depan gadget atau gawai. Anak-anak bisa bertahan hingga berjam-jam lamanya. Paling banyak dilakukan adalah nge-game.

Padahal, dengan gawai, mereka dapat menjalani pendidikan secara daring ataupun bertegur sapa dengan saudara dan kerabatnya secara virtual.

Walaupun gawai bisa bermanfaat. Namun salah satu benda elektronik ini juga dapat menimbulkan dampak negatif bagi tumbuh kembang anak. Termasuk pada kesehatan dan perkembangan anak.

Membatasi screen time anak juga membuat orangtua lebih mudah mengawasi konten apa saja yang dinikmatinya di dunia maya.

Dikutip dari laman Mayo Clinic melalui Kompas, terlalu sering menatap layar gawai membuat anak berisiko mengalami obesitas, gangguan tidur dan kemampuan berinteraksi sosial.

Beberapa penelitian menyebutkan screen time yang tak terkontrol meningkatkan risiko kecemasan dan depresi pada anak.

Oleh karena itu, orangtua perlu melakukan enam hal berikut untuk membatasi interaksi anak dengan layar gawai.

Ajari anak untuk bertanggung jawab dengan dirinya sendiri, dengan memberi batasan screen time harian. Sampaikan hal tersebut kepada anak dan bantu mereka untuk mewujudkannya.

Selain itu, kita perlu bersikap realistis dengan kondisi anak terkait penggunaan gawai. Jika mereka sudah terlalu ketergantungan, jangan bersikap kejam dengan langsung melarang penggunaan gadget.

Sebaliknya, kurangi durasinya sedikit demi sedikit agar tujuannya lebih mudah tercapai.

Tak hanya itu, kita harus ikut serta dalam perubahan ini dan bukan hanya memberikan perintah.

Ambil jeda setelah anak selesai sekolah atau kita selesai bekerja dan habiskan lebih banyak waktu bersama. Buat berbagai kegiatan yang membutuhkan interaksi langsung seperti membuat kue atau berkebun bersama.

Salah satu cara termudah adalah dengan menyisihkan gadget di lokasi yang tak terlihat atau tak terjangkau. Tujuannya agar perhatian anak teralihkan dan tidak tertarik menggunakan gadget kembali.

Artikel Lainnya