Masih Takut, Traveler Indonesia Ogah Keluyuran ke Luar Negeri, Ini Hasil Survei

Nyedulur
  • sebulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Indonesia Tourism.

Pandemi Covid-19 menjadi momok bagi penerbangan internasional. Sebagian menutup, dan tidak sedikit yang mengurangi perjalanan. Langkah ini diambil untuk mencegah penularan virus corona.

Dampaknya kunjungan wisata merosot tajam. Business trip juga belum berjalan normal. Ditambah lagi penutupan terhadap akses masuk orang asing. Lengkap sudah.

Dampaknya traveler Indonesia juga nggak bisa keluyuran ke luar negeri. Meskipun sudah program vaksinasi, menurut survey, belum banyak wisatawan asal Indonesia mau bepergian ke luar negeri.

Berdasarkan survey yang dilakukan Wego melalui Detik menyebutkan bahwa mayoritas traveler Indonesia (78 persen) merasa tidak aman bepergian ke luar negeri, yang hanya mensyaratkan hasil tes PCR negatif.

Survei dilakukan terhadap pengguna aplikasi dan situs Wego di Indonesia yang dilakukan pada 28 Januari hingga 10 Februari 2021 lalu.

Mengingat perbedaan rencana dan jadwal vaksin di tiap negara, sebagian besar wisatawan Indonesia (46 persen) merasa aman bepergian jika telah cukup banyak penduduk di tempat tujuan mendapatkan vaksin.

Pendapat berbeda diungkapkan oleh 21 persen responden yang menyatakan bahwa mereka tidak akan melakukan perjalanan sampai kehidupan kembali seperti saat sebelum pandemi.

Adapun alasan utama wisatawan Indonesia tetap tidak ingin bepergian ke luar negeri meski sudah ada program vaksin adalah karena takut tertular Covid-19 (47 persen) di perjalanan.

Hal itu didukung dengan alasan tidak mengetahui syarat masuk negara tujuan atau larangan perjalanan internasional yang sedang berlaku (14 persen), dan masalah kesehatan selain Covid-19 (13 persen).

“Selain itu, ketidaktahuan akan persyaratan masuk negara tujuan juga menjadi salah satu alasan utama yang menghalangi wisatawan Indonesia bepergian pasca inokulasi,” terang Kaushal Pilikuli, Growth Marketing Director APAC Wego yang dikutip dari Detik.

“Solusinya, pelaku industri harus proaktif menyampaikan informasi lengkap terkait regulasi perjalanan dan perkembangan terkini yang berlaku,” lanjutnya.

Artikel Lainnya