nyedulur.com

Manisnya Cincin Kawin di Jari Keempat, Ini Mitos dan Faktanya

Nyedulur
  • 3 bulan yang lalu
  • arief

Prosesi pernikahan tidak lengkap rasanya tanpa kehadiran cincin kawin. Tradisi tersebut bukan hanya di akad nikah saja. Sebelum sejoli mengikat janji di pelaminan, tradisi tukar cincin dilakukan pada saat tunangan.

Omong-omong soal cincin kawin, tradisi ini sudah ada sejak zaman kuno. Malahan cincin kawin bukan lagi sebagai simbil. Namun cincin pernikahan ini sangat sakral dan wajib ada. Tetapi masalah cincin nikah, ada mitos yang perlu untuk diketahui.

Dikutip dari Wolipop Detik ada beberapa hal tentang cincin kawin. Saat ini, cincin kawin umumnya terbuat dari emas, berlian dan batu mulia lainnya. Sejatinya cincin kawin yang paling awal terbuat dari tanaman yang dikepang.

Tradisi bertukar cincin kawin sebenarnya telah ada sejak zaman Mesir Kuno sekitar 4.800 tahun yang lalu. Di zaman itu, pasangan kekasih mengambil tanaman papirus yang terkenal dan mengepangnya dengan alang-alang untuk membuat sebuah cincin.

Cincin kawin atau cincin tunangan secara tradisional akan disematkan di jari keempat atau jari manis. Ternyata hal ini juga ada mitosnya lho.

Menurut kepercayaan Yunani kuno, di jari manis terdapat pembuluh darah khusus, yakni vena amoris atau yang berarti 'urat cinta'. Masyarakat Mesir kuno juga percaya bahwa pembuluh darah ini berhubungan langsung ke jantung.

Meskipun sudah terbukti tidak benar secara ilmiah, hal ini masih menjadi salah satu mitos favorit dari cincin kawin. Selain sebagai alat sakral pemersatu pasangan kekasih, ternyata cincin kawin juga bisa menjadi alat penyembuh. Ini catatannya.

Artikel Lainnya