Mahfud MD Bantah Sokong Moeldoko Kudeta Demokrat, Yasona: Gila! Sembarangan Tuduh Saya

Nyedulur
  • 3 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Fajar.

Cuitan Rachland Nashidik membuat sejumlah pejabat negara panas kupingnya. Kali ini Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD terpancing. Dia kemudian mengirim sinyal, bahwa dirinya tidak terlibat kegaduhan Partai Demokrat.

Sebaliknya, Mahfud mengaku kaget namanya disebut-sebut sebagai penyokong Moeldoko yang dituduh menggulingkan Agus Harimurti Yudhoyono. Apalagi Moeldoko dianggap maju dalam pemilihan presiden 2024 mendatang.

“Ada isu aneh, dikabarkan beberapa menteri, trmsk Menkopolhukam Mahfud MD, merestui Ka. KSP Moeldoko mengambil alih Partai Demokrat dari AHY melalui KLB,” tulis Mahfud MD, Selasa 2 Februari 2021.

Mahfud meminta agar internal Partai Demokrat tetap solid. Mantan Ketua MK di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu juga mengingatkan bahwa jabatan menko tidak laku untuk menggulingkan partai sebesar Demokrat.

“Di era demokrasi yg sangat terbuka dan dikontrol oleh masyarakat spt skrng ini sulit dipercaya kepemimpinan partai, apalagi partai besar spt PD bs dikudeta spt itu. Jabatan menko tentu tak bs digunakan dan pasti tdk laku untuk memberi restu. Yg penting internal PD sendiri solid,” lanjut cuitan menteri asal Sampang, Madura itu.

Selain Mahfud MD, pejabat negara yang kupingnya panas adalah Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly. Dia membantah tudingan Rachland Nashidik sebagai sosok yang mendukung Moeldoko.

“What? Saya baru tahu itu. Itu jurus mabuk saja!” kata Yasonna, dikutip dari Kumparan.

Dia balik menantang Rachland menyertakan bukti bahwa Moeldoko memang mencatut namanya.

“Gila dia sembarang tuduh saya. Kasih bukti dong,” kata Ketua DPP Bidang Hukum PDI Perjuangan itu.

Sebelumnya Rachland Nashidik menulis Moeldoko menemui sejumlah anggota Partai Demokrat. Dalam apertemuan itu dia menulis jika Moeldoko mendapat restu dari pejabat negara. Bahkan dalam cuitannya juga mencatut sosok ‘Pak Lurah’. Siapa Pak Lurah?

“KSP Moeldoko menyatakan aksi memalukan ini tanggungjawabnya sendiri. Tapi dia menyebut Kepala BIN, Kapolri, Menhukham dan Menko Polhukam @mohmahfudmd, bahkan "Pak Lurah" merestui. Para pejabat negara itu perlu juga angkat bicara. Apa iya ini semua tanpa restu "Pak Lurah?” tulis Rachland di akun twitter pada Senin 1 Februari 2021.

Artikel Lainnya