Mabes Polri Diserang Teroris, DPR Duga Rentetan Penyerangan Terkait Khilafah dan ISIS

Nyedulur
  • 15 hari yang lalu
  • arief

Sumber Foto: IST.

Dua serangan terorisme didua tempat terpisah membuat keprihatinan. Belum lama ini serangan bom Gereja Katefral di Makassar belanjut hingga ke Jakarta. Sementara jarak serangan tersebut tidak terpaut jauh.

Terakhir adalah serangan ke Mabes Polri di Jakarta yang menyebabkan satu terduga pelaku tewas. Terduga diketahui bernama Zakiah Aini yang diduga terafiliasi dengan ISIS

Serangan bertubi-tubi ini membuat Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin menyerukan agar masyarakat ikut terlibat lebih aktif dalam upaya pencegahan terorisme.

Mengutip VIVA, peran masyarakat dalam mencegah aksi teror, seperti bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar dan serangan di Markas Besar Polri di Jakarta, dapat membuat penanggulangan terorisme lebih maksimal.

“Semua harus terlibat dalam memutus sel-sel baru jaringan terorisme, bukan hanya dibebankan kepada aparat Kepolisian, TNI dan BNPT,” kata Azis, Kamis, 1 April 2021.

Dia juga meminta seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, dan lapisan masyarakat untuk menjaga masuknya paham radikalisme di tengah masyarakat.

Dengan demikian, masyarakat dapat memilah pemahaman agama yang baik dan radikalisme. Sementara aksi radikalisme kerap mengatasnamakan jihad fisabillillah; berperang demi Allah.

“Radikalisme kerap menyelewengkan arti jihad fisabillillah, menyukai adanya kerusuhan dan kebencian kepada pemerintah serta menginginkan terbentuknya negara khilafah (pemerintahan multinasional dengan pemimpin tunggal dan hukum Islam). Jangan sampai ada ruang bagi para radikalisme dan terorisme di Indonesia, karena sangat membahayakan bangsa indonesia," ujarnya.

Dia juga mengharapkan pemerintah untuk dapat mengedepankan pemahaman nilai-nilai Pancasila dengan terus menerus menyosialisasikan Pancasila di seluruh lapisan masyarakat demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Artikel Lainnya