Lega, Polres Banjarnegara Bebaskan Pencopet, Dapat Kerjaan di Ponpes Alif Ba Mantrianom, Dibimbing Gus Khayat

Nyedulur
  • 5 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: freepic.

Seorang pencopet tidak jadi berhadapan dengan hukum. Sebaliknya dia bebas. Malahan mendapat pekerjaan di sebuah pondok pesantren di Banjarnegara.

Pencopet itu adalah seorang nenek berinisial RN (50). Dia melakukan aksi dengan mengambil uang sebesar Rp100 ribu di pasar Mandiraja, Banjarnegara, Sabtu 30 Januari 2021.

Kini nenek itu bisa bernapas lega. Sebab dia mendapat pekerjaan sebagai juru masak di Pondok Pesantren Alif Ba Mantrianom, Banjarnegara, Jawa Tengah.

Selain gaji tetap setiap bulan, RN juga mendapatkan bimbingan rohani khusus dari pengasuh pondok pesantren, KH Khayatul Makki atau karib disapa Gus Khayat.

“Allhamdullilah kejadian seperti ini sudah berakhir damai, kami berharap Ibu RN bisa benar-benar belajar agama di pondok pesantren milik Gus Khayat,” kata Kapolres Banjarnegera, AKBP Fahmi Arifrianto, mengutip Kompas.

Kapolsek Mandiraja yang turut saat penjemputan ke Dusun Margasari, Desa Warureja, Kecamatan Sidareja, Cilacap mengatakan, program wajib apel setiap hari Senin dan Kamis untuk nenek RN telah dicabut.

Kepada wartawan, RN mengaku nekat mencopet karena himpitan ekonomi. RN tinggal seorang diri di rumah. Suami dan anaknya telah lama merantau ke Jakarta.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, RN berjualan makanan. Namun saat pandemi, dagangannya sepi. Bahkan untuk sekedar balik modal saja, kata RN, sulitnya minta ampun.

“Saya di rumah sendiri. Untuk makan sehari-hari biasanya dagang makanan, tapi kan karena lagi sepi, saya melakukan seperti itu (mencopet) jauh-jauh dari sana (Sidareja,) memang butuh uang,” ungkapnya.

Nenek RN ditangkap ramai-ramai di Pasar Mandiraja, Banjarnegara karena ketahuan mencopet. Malahan dia sempat diarak pengunjung pasar dan warga. Begini kronologinya.

Artikel Lainnya