Ladies, Telat Mentruasi Tidak Selalu Tanda Kehamilan, Bisa Disebabkan Tidak Ada Duit

Nyedulur
  • 22 hari yang lalu
  • arief

Sumber Foto: OMW Magazine.

Hampir semua wanita pernah mengalami terlambat menstruasi. Ada yang panik, dan ada yang tenang. Tidak sedikit yang panik lantaran takut hamil. Ketakutan bisa disebabkan program anak atau sengaja tidak KB.

Ladies, haid atau mentruasi yang terlambat tidak slalu tanda-tanda hamil. Melainkan bisa jadi ada banyak faktor. Salah satunya tidak punya uang. Penghasilan tersendat dan pemasukan menurun drastis. Akibatnya stres.

Stres inilah salah satu pemicu siklus bulanan tidak teratur. Selain stres, merokok, penyakit tertentu, hingga efek samping kontrasepsi hormonal bisa memicu terlambat menstruasi.

Hal yang perlu diketahui bahwa siklus mentruasi tiap wanita berbeda-beda. Biasanya panjang siklus yang normal adalah 21 hingga 35 hari. Dihitung dari hari pertama mentruasi, sampai hari pertama bulan berikutnya.

Sebenarnya apa saja sih faktor yang menyebabkan wanita telat mentruasi? Berikut beberapa penjelasannya yang sudah dirangkum dari Okezone.

Jadwal tidur yang konsisten juga membuat jadwal biologis seorang wanita konsisten. Tetapi ketika jadwal tidur tidak teratur, sekresi hormon tidak sekonsisten dan teratur seperti biasanya, yang pada gilirannya memengaruhi sekresi hormon reproduksi.

Obgyn dari Keck Medicine of USC, Evelyn Mitchell MD, memaparkan jika tubuh tidak melepaskan hormon yang berhubungan dengan menstruasi, maka menstruasi menjadi terlambat atau terlewat.

Selain itu, kurang tidur dapat menyebabkan stres yang menyebabkan peningkatan kortisol dan memengaruhi waktu menstruasi.

Olahraga berlebihan sering dikaitkan dengan penurunan berat badan yang dapat menyebabkan menstruasi telat.

Bahkan jika Anda memiliki berat badan yang konsisten, olahraga berlebihan sendirian dapat melewatkan menstruasi. Contoh kasus, atlet wanita lebih cenderung melewatkan menstruasi daripada nonatlet.

Stres tidak hanya memengaruhi kesehatan mental, tapi juga dapat memengaruhi hormon, membuang siklus menstruasi.

Ruiz menjelaskan, saat stres, seorang wanita mengalami peningkatan hormon kortisol atau dikenal sebagai hormon stres.

Kortisol yang meningkat akan menekan sekresi LH, selanjutnya akan memengaruhi ovulasi. Stres juga dapat menurunkan kadar hormon estrogen dan progesteron, yang dapat membuat menstruasi tidak teratur.

Artikel Lainnya