nyedulur.com

Ladies, Mengontrol Berat Badan di Usia 40 Tidak Mudah, Tapi Ada Caranya untuk Diet, Ikuti Ya

Nyedulur
  • 14 hari yang lalu
  • arief

Sumber Foto: TImes of India.

Life begin at 40. Filosofi itu kerap tidak lepas kematangan seseorang pada umur 40 tahun. Baik kesuksesan, membuka lapangan usaha, hingga karier pekerjaan. Dampaknya adalah munculnya masalah kesehatan.

Berbagai masalah kesehatan kerap muncul seiring dengan kesuksesan yang didapat. Pada usia 40 tahun memang tertantang untuk bisa menurunkan berat badan. Salah satunya menjalani diet.

Gaes, tapi tidak gampang menjalani diet di usia 40. Selain itu, ditambah lagi sarcopenia atau hilangnya jaringan otot secara alami seiring bertambahnya usia.

Perlu diingat juga, otot membakar lebih banyak kalori daripada lemak. Jadi kehilangan massa otot berarti metabolisme lebih lambat.

Tak hanya itu, ada juga beberapa rintangan bagi perempuan. Salah satunya masalah transisi melalui menopause, yang disebut peri-menopause.

Menurut sebuah studi pada November 2018 di Maturitas melalui CNN Indonesia, sangat umum bagi wanita dalam tahap kehidupan ini untuk menambah berat badan, menambah lemak dan mulai memiliki kadar gula darah yang lebih tinggi.

Jadi, bagaimana Anda bisa membuat penurunan berat badan atau bahkan hanya menjaga berat badan lebih mudah di usia 40-an? Berikut lima tips yang didukung pakar.

Untuk menurunkan berat badan, Anda perlu makan lebih sedikit daripada yang dibakar. Artinya harus bisa mengurangi kalori. Tapi berapa kalori tepatnya?

Ingatlah bahwa kebutuhan kalori berubah seiring bertambahnya usia. Anda mungkin membutuhkan lebih sedikit kalori daripada saat berusia 20-an atau 30-an. Ini penting, ya ladies, untuk mempertahankan berat badan.

Anda diminta aktif berjalan antara dua hingga lima kilometer per hari (atau melakukan olahraga yang setara). Sedangkan aktif berarti Anda diminta berjalan lebih dari itu setiap hari.

Saat mencoba menurunkan berat badan, makan makanan kaya protein merupakan kunc. Karena sebagian protein cukup mengenyangkan. Bahkan sebenarnya lebih banyak daripada karbohidrat atau lemak, menurut studi Februari 2015 di Jurnal Nutrisi.

Selain itu, makan protein dapat membantu makan lebih sedikit di kemudian hari.

Dalam studi lain, yang satu ini pada orang pasca-menopause dan diterbitkan Mei 2015 di Journal of Nutrition, Health, & Aging, mereka yang makan lebih banyak protein memiliki berat badan lebih sedikit dan memiliki lebih sedikit lemak tubuh daripada yang mengonsumsi protein dalam jumlah lebih sedikit.

Artikel Lainnya