Kulit Gatal, Hati-hati Bisa Jadi Sirosis, Kondisi Kronis dari Penyakit Liver

Nyedulur
  • 2 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Thelist.

Sirosis merupakan kondisi rusaknya organ hati dalam jangka panjang. Biasanya disebabkan terbentuknya jaringan parut. Pembentukan jaringan parut yang semakin banyak dapat mengakibatkan fungsi hati menjadi tidak normal.

Biasanya penyakit ini disebabkan oleh beberapa faktor. Misalnya mengonsumsi alkohol yang berlebihan, terlalu sering begadang, dan terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak dan manis.

Selain itu, penyakit ini juga dapat disebabkan karena infeksi hepatitis B dan C, penyakit hati berlemak, dan penyakit genetik lainnya.

Beberapa penyakit seperti kanker saluran empedu atau kanker pankreas diketahui dapat menyumbat saluran empedu dan meningkatkan risiko sirosis.

Seperti catatan CNN Indonesia, sirosis dianggap sebagai penyakit progresif yang berkembang perlahan selama bertahun-tahun. Jika dibiarkan, penumpukan jaringan parut bisa mengganggu atau bahkan menghentikan fungsi hati.

Pada tahap awal, sirosis tak memperlihatkan gejala yang signifikan. Mengutip laman National Health Service (NHS), gejala umumnya akan muncul saat kondisi hati atau liver sudah rusak.

Beberapa tanda yang perlu Anda perhatikan adalah, merasa lelah, mual, kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan dan massa otot. Bisa juga muncul bercak merah di telapak tangan atau pembuluh darah kecil di atas pinggang.

Jika sirosis semakin parah, beberapa gejala dan komplikasi yang mungkin terjadi di antaranya, kulit dan bagian putih mata jadi menguning (penyakit kuning), muntah darah, kulit gatal, urine berwarna gelap, dan mudah berdarah atau memar.

Tak hanya itu, kaki atau perut membengkak akibat penumpukan cairan. Sirosis bisa mnghilangkan libido alias gairah seksual.

Mengutip Medical News Today dari CNN Indonesia, seseorang dengan kondisi sirosis parah akan mengalami peningkatan detak jantung, perubahan kepribadian, kebingungan, hingga masalah memori. Mereka juga rentan terkena infeksi hingga memicu demam.

Artikel Lainnya