Kudeta Demokrat Masih Panas, Andi Arief: Moeldoko Ditegur Jokowi, Solo Raya Tak Terima Dana Eksternal, Besarnya Rp100 Juta

Nyedulur
  • 3 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: KSP.

Isu panas kudeta Partai Demokrat masih menggelinding. Internal partai menuding Moeldoko terlibat di balik Gerakan bawah tanah. Apalagi dia disokong sejumlah pecatan partai bentukan Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Moeldoko diduga bertemu dengan politikus Demokrat dan mantan anggota di sebuah hotel. Awalnya mantan Panglima TNI itu menampik menemui di sebuah hotel. Dia berkilah pertemuan dilakukan di kediaman.

Belakangan Moeldoko mengaku tengah ngopi-ngopi dengan sejumlah politikus Demokrat. Atas insiden itu, Presiden Joko Widodo dikabarkan mengingatkan Kepala Staf Presiden itu.

Peringatan itu dituangkan mantan politikus Demokrat Andi Arief dalam cuitannya pada Jumat 5 Februari 2021. Dalam cuitannya, Moeldoko dianggap melakukan perbuatan terecla.

“KSP Moeldoko sudah ditegur Pak Jokowi. Mudah-mudahan tidak mengulangi perbuatan tercela terhadap Partai Demokrat,” tulis Andi Arief di akun twitternya.

“Buat beberapa senior partai yang kecewa dan kurang legowo dipimpin generasi muda  (AHY), kami maklumi. Itu sisa-sisa feodalisme, tugas partai untuk mendidik,” pungkas mantan anggota SMID itu.

Isu kudeta terhadap Agus Harimurti Yudhoyono sebagai ketua umum partai telah menggelinding cukup jauh. Muncul kabar tidak sedap, di mana masing-masing pimpinan DPC Partai Demokrat mendapat dana Rp 100 juta untuk menggusr AHY.

Mengutip dari Suara, tidak semua DPC Partai Demokrat mendapat atau ditawari dana konsolidasi. Hal itu ditegaskan Ketua DPC Partai Demokrat Solo, Supriyanto.

“Partai Demokrat Solo Raya tak ada yang ditawari atau berhubungan dengan pihak-pihak eksternal terkait dukungan yang tak bertanggung jawab. Solo Raya tak ada yang dilobi,” ujar Supri, sapaannya.

Artikel Lainnya