nyedulur.com

Kuburan Dempul Dekat Ponpes Lirboyo Angker, Santri Dilarang Mendekat, Konon Tempat Pembuangan Jin, Ini Ceritanya

Nyedulur
  • 2 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Detik.

Sejumlah makam memiliki keanehan dan keangkeran yang berbeda. Begitu juga dengan kuburan dempul di dekat Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri. Seluruh santri dan warga sekitar dilarang masuk.

Konon makam yang terletak di sisi utara ponpes itu tempat pembuangan jin. Malahan petugas rumah sakit kerap mengubur mayat tak dikenal atau tidak memiliki keluarga.

Dikutip dari Bacaini, keanehan lain adalah lubang kuburan dempul yang hanya sebatas lutut orang dewasa. Dempul kerap diartikan dengan dengkul atau lutut. Malahan kuburan ini kerap dikais binatang liar. Akibatnya banyak jenazah yang terlihat.

Kiai Haji Oing Abdul Muid Shohib, pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo menceritakan keangkeran tempat ini. Konon, kuburan Dempul menjadi tempat pembuangan jin-jin yang bermukim di area pondok.

“Tanah Lirboyo dulu dikenal wingit (angker), banyak jin. Oleh Mbah Sholeh Banjarmlati (mertua KH Abdul Karim) jin-jin itu dipindahkan ke kuburan Dempul dengan perjanjian khusus,” kata Gus Muid, Kamis 17 Desember 2020.

Menurut cerita dari leluhurnya, perjanjian antara Mbah Sholeh dengan jin cukup unik. Sebagian jin mau dipindahkan ke kuburan Dempul dengan syarat diberi kesempatan ikut mengaji.

Karena itu setiap hari Selasa, Mbah Sholeh meliburkan aktivitas mengaji di pondoknya untuk mengisi pengajian di kuburan Dempul. Santrinya adalah para jin yang dipindahkan ke sana.

“Dulu setiap Selasa Mbah Sholeh selalu berjalan ke utara, ke arah kuburan Dempul,” kata Gus Muid.

Kepada santri Lirboyo, Mbah Sholeh berpesan agar tidak mengusik para jin di lokasi kuburan Dempul. Karena itu dibuatlah papan peringatan di tepi batas pondok dan kuburan tentang larangan santri memasuki kawasan kuburan Dempul.

“Larangan itu berlaku sampai sekarang,” tukas Gus Muid.

Kesaksian angkernya kuburan Dempul juga disampaikan Ketua Umum Pagar Nusa, Emha Nabil Haroen. Nabil tercatat pernah menjadi santri di Pesantren Lirboyo. Menurut Nabil, pengurus ponpes memberi larangan kepada santri untuk melewati batas berbentuk parit. Ini larangannya.

Artikel Lainnya