Kontroversi Ceramah Gus Miftah di Gereja, Gus Dur Pernah Beri Wejangan, Kok

Nyedulur
  • 13 hari yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Yahoo.

Belum lama ini Gus Miftah membuat umat muslim panas dingin. Masalahnya dia menghadiri undangan dan memberi ceramah di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Amanat Agung di Penjaringan, Jakarta Utara.

Tentu kehadirannya mengundang pro kontra. Sejumlah tokoh yang menganggap kehadiran Gus Miftah bisa mengundang kemudhorotan. Namun tidak sedikit yang mendukung.

Jauh sebelum Gus Miftah melakukannya, Gus Dur terlebih dahulu mengawalinya. Presiden keempat RI itu penah menjadi perbincangan nasional.

Hal ini diterangkan Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur, KH Marzuqi Mustamar dalam sebuah kesempatan.

Mengutip Detik, Marzuqi Mustamar bertanya kepada Gus Dur alasannya datang ke gereja. Kisah itu diceritakan ulang oleh KH Marzuqi Mustamar yang tayang di channel Bangkit TV.

Kepada KH Marzuqi Mustamar, Gus Dur menjelaskan alasannya dengan santai. Dia menyebut kedatangannya berisi niatan lain selain memenuhi undangan.

“Gini loh, Marzuki. Niatku mencari umat. Kadang satpamnya gereja itu Islam, Marzuki. Cleaning service-nya, tukang bersih-bersih, ya juga Islam. Kadang, maaf, sopirnya juga Islam,” ucap KH Marzuqi Mustamar menirukan gaya bicara Gus Dur.

Menurut Gus Dur ada orang-orang yang seagama dengannya yang harus tetap dikuatkan imannya.

“Aku ke sana itu biar ada kesempatan menasihati supir dan satpam Islam itu agar tetap Islam. Niatku yang asli itu,” Gus Dur kembali menjelaskan.

“Jadi kalau ketemu satpam, 'Tetap Islam, ya', 'Iya, Gus’,” lanjutnya.

Gus Dur sadar ada komentar miring soal kedatangannya ke gereja. Namun menurutnya niatnya jauh lebih besar daripada kritikan tersebut.

“Lah, kalau nggak ada yang berani datang ke sana (gereja), semua takut fitnah, semua takut dibilang 'apa kata dunia?' semua orang takut seperti itu. Terus nggak ada yang berani menasihati agar satpam itu tetap Islam,” katanya.

Artikel Lainnya