Kontingen Indonesia 'Dipaksa' Mundur dari All England, BWF Diserang Tagar Shame On You, Ini Penjelasan PBSI

Nyedulur
  • 3 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: PBSI.

Seluruh pemain bulutangkis Indonesia telah gagal mengikuti turnamen All England. Merujuk pada laman resmi BWF menyebutkan bahwa wakil Merah-Putih wajib melakoni isolasi mandiri.

Setidaknya ada 20 dari 24 pemain Indonesia yang harus menjalani isolasi mandiri. Ke-20 pemain ini mendapat surat elektronik dari pemerintah Inggris yang mewajibkan isolasi, setelah dinyatakan ada kontak dengan salah satu penumpang pesawat.

Anehnya empat perwakilan dari Indonesia meliputi dua pemain dan empat pelatih-ofisial. Keempatnya adalah Mohammad Ahsan, Irwansyah (asisten pelatih), Iwan Hermawan (Kasubid Sport Science), dan Gilang (masseur)

Tentu pengumuman itu mengubur impian Indonesia berpartisipasi di turnamen terbesar di dunia. Padahal beberapa pemain telah memenangkan pertandingan.

Larangan tampil itu kemudian memunculkan tiga trending sekaligus, yang meliputi All England, Shame On You, dan Minions.

“MEMALUKAN @bwedia.info ! MALU KEPADA ANDA Seluruh Inggris 2021! INI TIDAK ADIL! KATAKAN BAHWA ANDA TIDAK SIAP MENGGELAR TURNAMEN INI, INIKAH YANG ANDA sebut KEADILAN ?! ATAU RASIS ?! D***,” tulis pemilik akun @ayuningtyas1608.

“Test and trace system yang digunakan adalah milik otoritas Inggris, @NHSuk

Sejauh ini, para pemain dan ofisial dikontak tanpa pertimbangan khusus sebagai atlet karena sistem tersebut tdk membeda-bedakannya.

Namun tentu masih menjadi pertanyaan mengapa tdk semua mendapat email,” tulis akun BadmintonTalk.

“Sakit banget bacanya 'dipaksa mundur'.  @bwfmedia you must responsible. so disappointed. Indonesia team please keep strong,” tulis pemilik akun @_anakmanusia.

Mundurnya kontingen Merah-Putih dari All England juga diumumkan PBSI melalui akun twitternya @INAbadminton.

“Tim Indonesia dipaksa mundur dari Yonex All England 2021 & tidak dapat melanjutkan pertandingan, karena saat terbang dari Istanbul ke Birmingham, Sabtu (13/3), terdapat penumpang positif Covid-19. Kami tidak diberi tahu siapa, brp org, & dari mana asal org yg positif tersebut,” tulisnya.

“Sesuai dgn regulasi pemerintah Inggris, jika berada pada satu pesawat yg sama dgn yg positif Covid-19, harus isolasi diri 10 hari. Sehingga, tim Indonesia dipaksa mundur & isolasi sampai 23 Maret di Birmingham, terhitung 10 hari sejak kedatangan ke Birmingham, Sabtu (13/3) lalu,” lanjutnya.

Artikel Lainnya