Kompetisi Mandek, Pemain Ikut Tarkam, PSSI Diam, Tak Berdaya

Nyedulur
  • 3 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Tempo.

Kompetisi sepak bola nasional benar-benar mati. Sejak merebaknya pandemi virus corona tahun lalu, praktis seluruh kompetisi nasional dihentikan. Mulai Liga 1, Liga 2, dan Liga 3 Nasional mandek semua.

Hal inilah yang kemudian memunculkan kompetisi nonresmi. Istilahnya tarkam atau antarkampung. Sebab pemain dan pelatih juga butuh asupan gizi untuk menghalau virus corona. Memperbaki imun dan kesehatan tubuh.

Praktis para pemain mengikuti turnamen tarkam yang biasanya digelar di beberapa kota. Langkah ini diambil agar dapur tetap mengebul.

Mengyikapi hal ini, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, mengaku tidak bisa melarang pemain Liga 1 dan Liga 2 mengikuti turnamen tarkam.

Ada sejumlah faktor yang melatarbelakangi para pemain melakukan hal itu mulai dari menjaga kebugaran hingga menambah pemasukan.

“Kami hanya bisa mengimbau. Mereka memang butuh pekerjaan, butuh makan,” kata Mochamad Iriiawan di Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu 10 Februari 2021, seperti dilansir dari Antara melalui Kompas.

Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu juga mengungkapkan satu hal yang bisa menghindari pemain dari pertandingan tarkam.

Menurutnya, keberadaan kompetisi menjadi satu-satunya hal yang akan membuat para pesepak bola berhenti melakukan hal itu.

Hanya saja, Liga 1 dan Liga 2 2021 yang sudah direncanakan PSSI dan PT LIB belum bisa digelar karena masih menunggu perizinan dari Polri.

Selain mengikuti turnamen atau pertandingan tarkam, ada juga pesepak bola profesional yang banting setir menjadi tukang ojek online dan berjulan demi menyambung hidup.

Artikel Lainnya