Kisah Mistis di Bekas Pabrik Gula dan Tekstil di Sidoarjo, Sering Ada Noni Belanda sampai Kecelakaan Tak Wajar

Nyedulur
  • sebulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Faktual News.

Setiap tempat di berbagai wilayah menyimpan sejarah panjang. Baik kisah sedih, senang sampai cerita yang seram. Terlebih bangunan peninggalan Belanda kerap menyimpan berbagai kisah mistis.

Salah satunya adalah bekas pabrik gula di Sidoarjo pada zaman kolonial Belanda. Bangunan itu juga pernah dijadikan pabrik tekstil, dan kerap muncul kecelakaan aneh.

Dilansir dari Detik, bangunan ini berada di Jalan Raya Tanggulangin dari arah Surabaya ke Malang. Tepatnya ke arah selatan pasar Ngaban Tanggulangin.

Setelah Indonesia merdeka, bangunan ini dijadikan tempat pabrik benang dan tekstil. Namun, pada tahun 1999 ada krisis moneter yang membuat pabrik tersebut tidak lagi beroperasi.

Akhirnya, bekas pabrik tekstil itu dibiarkan begitu saja dan tidak terawat. Sehingga memberikan kesan angker, karena kondisi bangunan tersebut terlihat kumuh.

Warga Desa Kalitenggah, Tanggulangin, Syamsul (53) mengaku bekas pabrik tekstil ini sudah lama tak terjamah manusia. Dari depan, bangunan ini terlihat angker karena tak terawat.

Syamsul menyebutnya sering mendengar cerita warga lain yang melihat hantu di sana. Hantu-hantu yang mirip 'noni' Belanda ini nampak duduk dan ngobrol di depan bangunan tersebut.

“Saya tidak pernah melihat sendiri mahkluk halus penghuni bangunan itu. Namun warga desa lain pernah cerita, bahwa dirinya pada malam hari melihat ada belasan orang Belanda yang duduk-duduk dan ngobrol di ruang depan bangunan itu,” kata Syamsul.

Keanehan-keanehan lain ini, lanjut Syamsul, biasanya terlihat pada malam Jumat Legi. Namun, Syamsul menyebut yang melihat keanehan itu biasanya bukan warga sekitar. Tetapi orang-orang yang sengaja ingin mengetahui peristiwa di bangunan itu.

Bahkan, Syamsul mengatakan ada sejumlah keanehan yang dirasakan orang-orang tersebut. Seperti melihat seekor ular yang sangat besar.

Dikisahkan Syamsul, sebelum lumpur Sidoarjo menyembur, ada warga Kalitengah yang berjualan minuman. Namun saat tiba waktunya Magrib, tidak tutup. Akhirnya, penjual tersebut kesurupan mahkluk halus.

Artikel Lainnya