Ketua Umum PDI Perjuangan Mulai Gerah, Ancam Pecat Kader, Megawati: Kalau Nggak Mau Jadi Petugas Partai, Out!

Nyedulur
  • 22 hari yang lalu
  • arief

Sumber Foto: IST.

Megawati Soekarnoputri mulai kepanasan dengan sikap anggotanya. Ketua Umum PDI Perjuangan itu menggertak kadernya yang dianggap hanya numpang lewat dalam partai.

Dengan nada tinggi dia mempersilahkan kadernya untuk keluar jika tidak mau menjadi petugas partai. Bahkan dia menyinggung mantan kader PDI Perjuangan yang pernah dipecat dan kini bergelimpangan tak jelas.

“Kalau nggak mau jadi petugas partai, saya nggak ngomong lagi anggota partai, petugas partai. Artinya yang diberi tugas oleh partai, out! Begitu aja, mundur,” kata Megawati dalam kanal YouTube PDI Perjuangan, Minggu 30 Mei 2021.

Memang cukup banyak anggota PDI Perjuangan yang dipecat, mulai dari tingkat daerah hingga pusat, namun Megawati tidak menyebutkan di dalam pidatonya.

Menyikapi pidato tersebut, Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, menilai pernyataan Megawati itu sebagai peringatan kepada seluruh kader.

“Itu imbauan secara umum kepada kader-kader PDIP siapapun dia, gubernur, bupati, wali kota bahkan presiden, itu tidak boleh merasa lebih besar dari partai,” katanya mengutip Detik, Senin 31 Mei 2021.

Dia menganggap ucapan Megawati hal yang biasa. Sebab anggota partai bisa menjabat anggota dewan, presiden, gubernur wali kota, bupati ya karena disokong partai.

“Imbauan yang cukup bagus untuk menertibkan kader-kader PDI Perjuangan yang dinilai ‘genit’ dan merasa lebih besar dari partai,” Adi menambahkan.

Dia kemudian membandingkan dengan partai politik di Indonesia lainnya. Menurutnya PDI Perjuangan jauh berbeda. Partai berlambang banteng dengan moncong putih itu tidak segan main pecat.

“Bahkan PDIP ini tidak segan memecat dan memberhentikan kader yang dinilai membelok, tidak bisa diatur, indisipliner sekalipun kadernya itu memiliki elektabilitas, popularitas dan tokoh penting di negara ini,” bebernya.

Nah, apakah berkaitan dengan Ganjar Pranowo yang disebut-sebut maju Pilpres2024?

“Kalau dibaca konteksnya ini peringatan kepada Ganjar dan calon-calon Ganjar yang yang lain. Bahwa siapapun dan apapun Anda, tidak boleh merasa melebihi partai,” sambungnya.

Artikel Lainnya