Kesal Jadi ATM Hidup, Dua Pedagang Tanah Abang Tusuk Preman, Tewas di Rumah Sakit

Nyedulur
  • 5 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: IST.

Hati siapa yang tidak sakit hati dijadikan ATM hidup alias dipalaki. Sementara pelaku penodongan atau pemalakan seorang preman, dengan dalih setor uang keamanan. Aksi itu dilakukan terus menerus.

Itulah yang dirasakan dua pedagang di Tanah Abang, yang masing-masing berinisial A (25) dan I (22). Keduanya kesal kerap dijadikan ATM oleh seorang preman berinisial AD (25).

Akibatnya terjadi duel dan preman tersebut tewas setelah mengalami luka tusuk. AD tewas pada Sabtu 5 Desember 2020 setelah dikeroyok A dan I.

Kapolsek Tanah Abang Kompol Singgih Hermawan, dikutip dari Kumparan, mengatakan bahwa penusukan itu dilatarbelakangi rasa kesal dan dendam. Pasalnya korban sering memalak kedua pelaku saat berdagang dengan dalih uang keamanan.

“Biasa malak Rp 20 ribu sampai Rp 50 ribu, karena sering malak itulah pelaku sakit hati. Korban sering dipalak di tempat lain, dan karena sering ketemu pelaku punya dendam,” kata Singgih dalam keterangannya, Senin 28 Desember 2020.

Niat jahat itu terlaksana pada Sabtu 5 Desember 2020 sekitar pukul 01.00 WIB. Di mana kedua pelaku mendatangi tempat nongkrong korban di wilayah Jakarta Pusat.

Keduanya mengendarai sepeda motor. A lalu menusuk korban dengan pisau yang sudah ia bawa. Setelah itu keduanya kabur.

“Korban sempat dirawat di rumah sakit hingga akhirnya meninggal,” Singgih mengungkapkan.

Kini kedua pelaku yang juga korban pemalakan telah ditangkap. Mereka ditangkap di tempat berbeda. Mau tahu lokasinya?

Artikel Lainnya