Keren, Dua Mobil Nongol Berbarengan, Daihatsu Pamerkan Rocky, Toyota Munculkan Raize, Catat Tanggalnya

Nyedulur
  • 2 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Detik.

Dua mobil dari dua perusahaan berbeda segera memperkenalkan diri. Toyota dan Daihatsu sama-sama berpacu memperkenalkan lini bisnis terbarunya tahun ini.

Menurut rencana, Toyota memunculkan Raize, sedangkan Daihatsu mengenalkan Rocky. Bahkan keduanya bakal diluncurkan hampir bersamaan.

Mengutip 100KPJ, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) dan PT Toyota Astra Motor (TAM) berencana mengenalkan keduanya pada 30 April pekan depan. Hanya beda jam saja, sih.

Pengenalan mobil tersebut dilakukan oleh ADM dan TAM secara virtual. Di mana Daihatsu Indonesia memakai jalur Zoom pada pagi hari. Adapun Toyota Indonesia akan menghadirkannya secara virtual di YouTube siang harinya.

Waktu peluncurannya sedikit meleset dari perkiraan semula. Di mana kedua pabrikan otomotif asal Jepang itu juga menggelar acara pada Rabu 28 April dengan tajuk Sinergi Untuk Negeri.

Sebagai informasi, baik Rocky maupun Raize diisukan bakal diproduksi di pabrik ADM. Hal ini dilakukan, demi mengurangi biaya produksi.

“Kalau kami enggak produksi di Indonesia, pajaknya mahal banget. Kalau mau diproduksi, harus di Indonesia,” Director merangkap Corporate Planning and Communication Director ADM, Amelia Tjandra.

Dia menambahkan jika diproduksinya tidak akan dilakukan dari Jepang. Sebab jika produksi dilakukan di negara asalnya, proses transportasinya jauh lebih mahal.

Kedua mobil tersebut sejak awal tahun ini sudah ada di dalam daftar Nilai Jual Kendaraan Bermotor yang diterbitkan oleh Kementerian Dalam Negeri. Masing-masing akan hadir dalam varian mesin 1.000cc dan 1.200cc.

Tak hanya itu, Rocky dan Raize juga masuk dalam daftar mobil yang mendapatkan relaksasi pajak barang mewah atau PPnBM dari pemerintah.

Karena wujudnya berupa sport utility vehicle atau SUV, maka keringanan yang didapat sebesar 10 persen hingga Mei mendatang.

Sayangnya, belum diketahui apakah diskon yang diberikan sebesar 100 persen dari PPnBM atau tidak. Mengingat, model mobil lainnya yang juga masuk dalam daftar sudah mulai susah dipesan oleh konsumen.

Artikel Lainnya