Kenali Gejala Menopouse, Waspadai Dua Tanda Ini, Tidak Bahaya

Nyedulur
  • 4 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Intimina.

Menopouse merupakan berakhirnya siklus mentruasi yang dialami wanita. Umumya wanita mengalami hal ini di rentang usia 45 hingga 55 tahun.

Banyak tanda-tanda yang dialami. Semisal gejala seperti hot flashes, keringat malam, jantung berdebar-debar, gangguan tidur, hingga perubahan mood. Satu lagi, kerap marah.

Namun, seorang bisa disebut menopause jika sudah tidak mengalami mentruasi, minimal selama 12 bulan.

Dikutip dari Tempo, dokter spesialis kebidanan dan kandungan Maria Sophocles, mengatakan ada satu set gejala yang membuat pasiennya paling lengah. Gejala menopause adalah kekeringan vagina dan hubungan seks yang menyakitkan.

“Ketika wanita melakukan hubungan seksual selama bertahun-tahun dan vagina selalu menjadi teman, hal itu bisa mengejutkan dan bahkan mengecewakan ketika vagina berhenti berfungsi sebagaimana biasanya,” kata Sophocles.

“Seperti yang dikatakan seorang pasien, Saya merasa vagina saya berkhianat,” ujarnya menirukan seorang pasien.

Pada kenyataanya, perubahan itu tidak terjadi dalam semalam. Menurutnya, proses tersebut terjadi secara perlahan sepanjang menopause.

Saat tubuh berhenti memproduksi estrogen, hal itu dapat menyebabkan kekeringan secara keseluruhan pada vagina.

Sophocles menjelaskan bahwa wanita perlu mendapat informasi yang baik tentang hal ini. Harapannya agar wanita memahami apa yang terjadi adalah sikuls normal. Selain itu, tidak akan hilang ketika hot flashes berakhir.

Menerima bahwa vagina yang yang menjadi kering perubahan alami dalam tubuh dan bukan masalah pribadi terkait usia atau dorongan seks. Walhasil, dapat memberdayakan orang untuk mencari dan mencoba berbagai intervensi.

Salah satu alat yang direkomendasikan Sophocles untuk kenyamanan sehari-hari adalah pelembab vagina. Apa itu?

Artikel Lainnya