Kasih Sayang Ibu Tiada Batas, Demi Keselamatan Anak, Bangun Jembatangan Bernilai Fantastis

Nyedulur
  • sebulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Oddity Central

Kasih sayang yang ditunjukkan orang tua tiada batas. Terlebih bagi seorang ibu, tak tega melihat hidup anaknya tak teratur. Bahkan terancam keselamatan dan jiwanya.

Seorang ibu rela tidak makan tepat waktu untuk menunggu anaknya pulang. Tidak jarang menemani anaknya ketika sakit.

Tak hanya itu, seorang ibu juga rela mengeluarkan uang yang bernilai fantastis demi menghindari bahaya. Seperti yang dilakukan seorang ibu di Cina yang membangun jembatan agar anaknya selamat ketika berangkat sekolah.

Mengutip Detik, ibu penuh kasih itu berasal dari Provinsi Henan Cina. Dia rela menghabiskan uang lebih dari USD154.000 atau sekitar Rp2,2 miliar untuk membangun dua jembatan besi di depan sekolah putranya.

Tujuannya pembangunan ini untuk memastikan anaknya dan anak-anak lain dapat menyeberang jalan dengan selamat.

Ibu itu bernama Meng. Dia bercerita bahwa jalanan di luar sekolah putranya seringkali ramai dengan kendaraan. Bahkan tidak ada lampu lalu lintas yang mengatur anak-anak menyeberang.

Alasan lain mengapa dia membangun jembatan ini adalah posisi sekolah yang berada di dataran rendah dan genangan air terus terbentuk di jalan. Inilah yang menyebabkan putranya harus pulang dengan keadaan kaki basah kuyup.

“Ada genangan air yang dalam dan sangat sulit menyeberang jalan,” kata Meng dilansir dari Oddity Central.

“Air akan tumpah melewati tangga tempat anak-anak sekolah menunggu orang tua mereka seperti burung kecil. Mereka tampak sengsara dan kaki anak saya memutih karena terendam air,” ujarnya.

Saat ini pembangunan kedua jembatan masih berlangsung. Salah satunya hampir selesai dan satunya lagi di tahap peletakan pondasi. Pembangunan ini sudah disetujui oleh biro perumahan dan pembangunan perkotaan dan pedesaan setempat.

Pembangunan ini juga dibantu oleh donatur yang namanya dirahasiakan.

Meng berharap kontribusinya dapat membantu anak-anak dan staf pengajar tetap aman dalam menjalankan kegiatan belajar dan mengajar.

“Saya hanya melakukan apa yang mampu saya lakukan. Anda tidak dapat membawa uang setelah meninggal dan saya juga tidak perlu meninggalkan terlalu banyak uang untuk anak saya,” kata dia.

Coba bayangkan Meng hidup di Surabaya, dengan membangun jembatan mandiri?  

Artikel Lainnya