nyedulur.com

Jangan Sepelekan Nyeri Dada, Waspada Gejala Serangan Jantung, Bisa juga Pneumonia

Nyedulur
  • 18 hari yang lalu
  • arief

Sumber Foto: CNBC Indonesia.

Nyeri pada dada bisa menghentikan aktivitas. Meskipun durasinya cukup singkat, namun nyeri pada bagian dada bisa bermacam-macam. Misalnya serasa ditusuk-tusuk, ada pula yang merasa seperti dipukul, tertekan hebat, dan perasaan lain.

Meski bedurasi singkat, hal tersebut tidak boleh dianggap sepele. Bisa jadi masalah nyeri di dada gejala dari serangan jantung. Atau salah satu penyebab masalah paru-paru, seperti asma dan pneumonia.

Ada faktor lain yang bisa memicu nyeri dada. mengutip Kompas, bisa jadi disebabkan gastrointenstinal seperti refluks asam atau umum dikenal gerd, masalah kandung empedu, tulang rusuk, saraf, serta otot.

Jika nyeri di dada terjadi secara tiba-tiba atau berlangsung lebih dari lima menit setelah beristirahat atau minum obat tertentu, maka sebaiknya memeriksakan ke dokter.

Nah, ada beberapa jenis nyeri dada yang merupakan tanda awal dari penyakit tertentu. Tapi perlu mengetahui bahwa tanda penyakit pada wanita dan pria berbeda. Misalnya, ketika berkaitan dengan gejala serangan jantung, wanita akan memiliki gejala yang berbeda dengan pria.

“Pria dan wanita dapat mengalami ada benda berat menekan dada, namun wanita bisa mengalami serangan jantung tanpa tekanan dada,” Kata Dr Nieca Goldberg, Direktur Medis di Joan H. Tisch Center for Women's Health di NYU Langone Medical Center.

“Sebaliknya, wanita mungkin mengalami sesak napas, tekanan atau nyeri di dada bagian bawah atau perut bagian atas, pusing, pingsan, tekanan punggung atas atau kelelahan ekstrem,” imbuhnya.

Salanjutnya, ada jenis nyeri dada yang tidak boleh kita abaikan. Apa saja?

Nyeri di belakang sisi kiri dada yang bertambah parah saat tubuh berbaring miring ke kiri atau menarik napas bisa menjadi gejala perikarditis. Perikarditis adalah pembengkakan dan iritasi pada jaringan tipis seperti kantung di sekitar jantung.

Rasa sesak atau terbakar di dada sering kali dikaitkan dengan masalah pencernaan. Masalah pencernaan yang dimaksud adalah termasuk refluks asam (gerd), tukak dan hiatal hernia.

Kondisi ini terjadi ketika bagian perut menekan melalui lubang di diafragma ke dalam rongga dada. Kondisi itu lebih mungkin terjadi pada orang yang memiliki kebiasaan merokok, kelebihan berat badan, atau berusia di atas 50 tahun.

Artikel Lainnya